Pacaran dengan Mantan Teman, Amankah? Ini yang Perlu Kamu Tahu
ILUSTRASI - Pacaran dengan mantan teman memang rumit, tapi bukan berarti tidak boleh/ Foto: Pexels
AVNMEDIA.ID - Pacaran dengan mantan teman terdengar rumit dan tabu, tapi apakah itu selalu salah?
Menurut terapis Michelle Cantrell, jawabannya bisa: “Boleh – tapi rumit.”
Situasi ini sering membuat bingung.
Perasaan jatuh cinta pada mantan teman bisa muncul kapan saja, entah karena ketertarikan fisik, emosi, atau keduanya.
Namun, Cantrell menekankan bahwa konteks sangat penting: pacaran dengan mantan pasangan yang dulunya tunangan teman jelas berbeda dengan mantan hubungan singkat teman.
Pertimbangkan Bagaimana Hubungan Berakhir
Sebelum memutuskan pacaran dengan mantan teman, penting untuk memahami bagaimana hubungan temanmu berakhir.
Jika berakhir baik, hubungan baru mungkin lebih mudah dijalani. Tapi jika berakhir buruk, memulai hubungan romantis bisa mengorbankan persahabatan.
“Jika kamu peduli pada persahabatan, keterbukaan dan empati adalah kunci—bukan sekadar formalitas, tapi sebagai tindakan nyata peduli dan menghormati,” jelas Cantrell, dilansir dari verywellmind.com
Cantrell juga menekankan pentingnya bertanya pada diri sendiri: apakah kamu siap menghormati batasan temanmu jika mereka menolak?
Kapan Pacaran dengan Mantan Teman Sebaiknya Tidak Boleh Dilakukan?
Ada kondisi di mana pacaran dengan mantan teman tidak boleh dilakukan.
Misalnya, jika hubungan sebelumnya melibatkan pengkhianatan, manipulasi, atau trauma emosional mendalam.
Cantrell menegaskan bahwa menjalin hubungan romantis dalam kondisi ini bukan hanya soal melanggar kepercayaan, tapi juga berisiko menimbulkan trauma baru.
Menilai Ketertarikanmu
Tidak semua ketertarikan layak diperjuangkan. Jika ketertarikanmu hanya fisik, mungkin tidak sebanding dengan risiko kehilangan persahabatan.
Namun, jika ada potensi emosional, pertimbangkan baik-baik apakah perasaanmu tulus atau sekadar rasa penasaran.
“Jika hanya karena chemistry atau rasa penasaran, apakah itu sepadan dengan potensi risiko pada persahabatanmu?” tambah Cantrell.
Cara Menghadapi Situasi Ini dengan Bijak
Jika memutuskan untuk melanjutkan, bersiaplah menghadapi percakapan sulit dengan temanmu.
Bicara sebelum terlibat secara romantis, lakukan dengan empati, dan terima kemungkinan persahabatan terganggu.
Diskusikan juga batasan sosial agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi semua pihak.
Jika tertarik tapi tidak jadi menjalani hubungan, komunikasikan dengan mantan teman secara jujur, di tempat netral, dan jelaskan bahwa kamu menghargai persahabatan serta sadar risiko konsekuensi negatif.
Jadi, pacaran dengan mantan teman memang rumit, tapi bukan berarti tidak boleh.
Kuncinya adalah konsen, transparansi, empati, dan komunikasi. Dengan sikap yang tepat, kamu bisa menjaga persahabatan sekaligus mengeksplorasi perasaanmu. (jas)



