Pabrikan Asing Sulit Bersaing di Pasar Mobil Listrik Kei Car, Kenapa BYD Tetap Luncurkan Racco di Jepang?
KEI CAR BYD DI JEPANG - BYD justru mengambil langkah berani dengan meluncurkan Racco, mobil listrik kei car pertama yang secara eksklusif dirancang untuk pasar Jepang/ Via Car News China
Dari sisi bisnis, Racco bukanlah proyek yang langsung mendongkrak laba BYD.
JP Morgan memperkirakan kontribusi Racco terhadap pendapatan BYD pada 2026 hanya sekitar 1–2 persen.
Hal ini wajar, mengingat Racco merupakan model eksklusif Jepang dengan volume awal yang terbatas.
Namun secara unit economics, Racco tetap menarik. Dengan harga 2,5 juta yen, BYD diperkirakan masih mengantongi margin 700–1.120 dolar AS per unit, meski biaya pengembangannya tinggi.
Target Ambisius BYD di Pasar yang Sulit
BYD memperkirakan pasar kei car Jepang yang bisa digarap berada di kisaran 350.000–450.000 unit per tahun.
Target awalnya cukup agresif: menguasai 20–30 persen pasar dalam fase awal.
Jika target tersebut tercapai dan kapasitas produksi optimal, Racco berpotensi menyumbang laba tahunan hingga miliaran dolar AS dalam jangka panjang.
Lebih dari Sekadar Mobil, Ini Taruhan Global BYD
Peluncuran Racco tidak bisa dilepaskan dari ambisi global BYD.
Perusahaan asal China ini kini beroperasi di sekitar 70 negara, didukung pabrik di Brasil, Indonesia, Malaysia, Thailand, Hungaria, dan Turki, serta jaringan 900–1.000 gerai ritel di seluruh dunia.
Di tengah tekanan kompetisi di pasar domestik China, Jepang menjadi uji kredibilitas BYD di pasar otomotif paling ketat di dunia.
Jika Racco berhasil, itu akan menjadi bukti bahwa pabrikan asing pun bisa menembus benteng kei car Jepang—sesuatu yang selama ini dianggap hampir mustahil. (jas)



