Mengapa Bisa Diam-Diam Rindu Kekacauan yang Katanya Kita Benci? Ini 5 Cara Hadapi Situasinya
Belajar Merasa Aman Tanpa Rasa Mendesak
ILUSTRASI - Mengapa kita merindukan kekacauan? Psikolog jelaskan alasannya dan 5 cara nikmati ketenangan (Foto: Canva)
Ketika tidak ada yang membutuhkan, muncul pertanyaan yang tidak nyaman: siapa saya tanpa peran ini?
Dalam kondisi seperti ini, istirahat bukan lagi terasa menyenangkan, melainkan membingungkan.
Keheningan memunculkan kebosanan, kegelisahan, bahkan rasa bersalah karena tidak “produktif”.
Padahal, kebosanan sering kali menjadi fase transisi penting bagi tubuh untuk menurunkan ketegangan.
Belajar Merasa Aman Tanpa Rasa Mendesak
Melambat bukan sekadar keputusan sadar, melainkan proses melatih ulang sistem saraf agar merasa aman tanpa harus selalu bergerak.
Proses ini tidak instan dan sering kali terasa canggung di awal.
Namun, seiring waktu, tubuh belajar bahwa tidak ada ancaman nyata ketika kita berhenti sejenak.
Ketenangan yang awalnya terasa kosong perlahan berubah menjadi ruang untuk bernapas, memperluas perhatian, dan menyadari bahwa banyak hal sebenarnya bisa menunggu.
5 Cara Menghadapi Rasa Rindu pada Kekacauan
Bagi yang menyadari dirinya diam-diam merindukan kekacauan, berikut lima cara sederhana untuk menghadapi situasi tersebut:
1. Sadari Dorongan untuk Selalu Bergerak
Perhatikan momen saat Anda refleks mengecek ponsel atau mencari kesibukan.
Kesadaran tanpa menghakimi sudah membantu memutus pola otomatis.
2. Praktikkan Istirahat Singkat
Tidak perlu liburan panjang.



