Viu Indonesia

Love in Sync Tayang di Viu, Drama Korea yang Tak Tukar Tubuh, Tapi Bertukar Perasaan

SCENE FILM - Love in Sync tayang setiap Sabtu dan Minggu dengan total delapan episode, dan dapat disaksikan melalui Viu lengkap dengan subtitle bahasa Indonesia/ HO to Avnmedia.id

AVNMEDIA.ID -  Drama Korea bertema tukar tubuh sudah menjadi formula yang akrab bagi penggemar K-Drama.

Mulai dari Secret Garden, Mr. Queen, hingga Branding in Seongsu, semuanya menghadirkan kekacauan ketika dua karakter harus menjalani hidup dalam tubuh orang lain.

Namun, Love in Sync memilih jalur yang berbeda.

Alih-alih membuat tokohnya bertukar identitas, drama Korea terbaru yang tayang di Viu ini menghadirkan konsep yang lebih intim: pertukaran emosi.

Bukan tubuh yang berpindah, melainkan rasa sedih, cemas, marah, hingga jatuh cinta yang mengalir tanpa bisa dikendalikan.

Premis sederhana itu justru membuat Love in Sync tampil segar di tengah banyaknya drama fantasi romantis yang mengandalkan konsep serupa.

Saat Perasaan Orang Lain Menjadi Milik Sendiri

Kisah Love in Sync berpusat pada Cha Eun-hwan (Kim Myung-soo), seorang konselor psikologi yang terbiasa menyerap beban emosional orang lain, dan Yoo Ji-an (Kang Min-ah), mantan idol yang tengah berjuang mempertahankan kariernya sebagai aktris meski kesulitan memahami emosinya sendiri.

Sebuah insiden misterius mengubah hidup mereka.

Sejak saat itu, keduanya mengalami fenomena transfer emosi. Kesedihan salah satu langsung dirasakan yang lain. Rasa gugup, marah, hingga debar cinta berpindah tanpa bisa dicegah.

Mereka tetap hidup dalam tubuh masing-masing, tetapi kehilangan kendali atas apa yang mereka rasakan.

Di situlah konflik utama drama ini dimulai.

Mengubah Formula Lama Drama Korea Fantasi

Drama bertema pertukaran tubuh selama ini identik dengan humor yang lahir dari situasi canggung.

Seorang pria tiba-tiba hidup sebagai perempuan, bos berubah menjadi pegawai, atau tokoh modern terjebak di era kerajaan.

Formula tersebut terbukti sukses karena menghadirkan komedi sekaligus konflik dalam waktu singkat.

Love in Sync tetap mempertahankan pola dasar dua karakter yang dipertemukan oleh kejadian supranatural.

Bedanya, yang dipertukarkan bukan identitas fisik, melainkan emosi.

Perubahan kecil itu menggeser fokus cerita dari komedi fisik menuju konflik psikologis yang jauh lebih personal.

Bagaimana jika seseorang tiba-tiba merasakan luka yang selama ini disembunyikan orang lain?

Bagaimana jika rahasia terdalam terbuka bukan lewat kata-kata, melainkan lewat emosi yang ikut mengalir?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang membuat Love in Sync terasa berbeda dibanding drama fantasi romantis lainnya.

Dua Tokoh dengan Luka Emosional yang Bertolak Belakang

Premis tersebut semakin kuat karena kedua karakter utamanya memiliki kondisi emosional yang saling berlawanan.

Eun-hwan terlalu mudah menyerap perasaan orang lain hingga kelelahan secara mental.

Sebaliknya, Ji-an justru kesulitan menunjukkan emosi, sesuatu yang menjadi hambatan besar dalam profesinya sebagai aktris.

Satu karakter merasakan terlalu banyak.

Karakter lainnya berusaha tidak merasakan apa pun.

Kontras itulah yang perlahan membangun hubungan mereka.

Ketika Eun-hwan membantu Ji-an kembali menemukan kemampuan aktingnya, transfer emosi yang semula dianggap kutukan berubah menjadi jalan bagi keduanya untuk memahami diri sendiri.

Kim Myung-soo dan Kang Min-ah Bangun Chemistry yang Hangat

Kim Myung-soo, yang sebelumnya dikenal lewat Dare to Love Me, kembali menampilkan karakter lembut dan penuh empati sebagai Eun-hwan.

Sementara Kang Min-ah, pemeran Gaus Electronics, menghadirkan Ji-an sebagai perempuan yang tampak percaya diri di depan publik, tetapi menyimpan kerentanan yang sulit ia ungkapkan.

Konflik juga hadir melalui Han Yi-jin (Kwon So-hyun), rival Ji-an sejak masih aktif sebagai idol.

Kini, Yi-jin lebih diakui sebagai aktris berbakat, tetapi tetap menyimpan rasa iri terhadap pesona Ji-an sebagai seorang bintang.

Persaingan profesional itu memberi lapisan konflik baru di tengah hubungan emosional dua tokoh utama.

Rom-Com Fantasi dengan Pendekatan yang Lebih Emosional

Di balik unsur fantasinya, Love in Sync sebenarnya berbicara tentang empati.

Drama ini mengajak penonton membayangkan bagaimana rasanya jika seseorang benar-benar bisa merasakan apa yang kita sembunyikan selama ini.

Alih-alih menjadikan fantasi sekadar alat untuk menciptakan komedi, Love in Sync menggunakan transfer emosi sebagai pintu masuk untuk membahas luka batin, hubungan antarmanusia, hingga proses menerima diri sendiri.

Di tengah maraknya drama Korea yang mengangkat pertukaran tubuh dan identitas, serial ini menawarkan perspektif baru: memahami orang lain tidak selalu harus hidup dalam tubuh mereka. Terkadang, cukup dengan merasakan apa yang mereka rasakan.

Love in Sync tayang setiap Sabtu dan Minggu dengan total delapan episode, dan dapat disaksikan melalui Viu lengkap dengan subtitle bahasa Indonesia. (jas)

 

Related News
Recent News
image
Film Penjelasan Ending Episode 8 The East Palace: Bagaimana Gu-cheon Bisa Hidup Kembali?
by Nayara Faiza2026-07-23 10:56:25

Penjelasan ending Episode 8 The East Palace, termasuk misteri Gu-cheon yang hidup kembali

image
Film 5 Jenis Arwah di The East Palace yang Bikin Ceritanya Makin Seram, Apa Bedanya?
by Salsabila Damayanti2026-07-23 09:44:39

5 Jenis arwah di The East Palace tak semuanya roh berbahaya. Ada apa aja? Cek selengkapnya di sini!