Konektivitas Tak Lagi Cukup Mengandalkan Kabel, Satelit Masuk ke Peta Infrastruktur Digital

KOLABORASI - Kerja sama kedua perusahaan sendiri bukan hal baru. Lintasarta dan Starlink telah berkolaborasi sejak 2024, terutama untuk mendukung kebutuhan konektivitas segmen enterprise di Indonesia/ HO to Avnmedia.id

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan perusahaan di era AI semakin terhubung. Koneksi jaringan harus berjalan bersama komputasi awan, keamanan siber, serta kemampuan kolaborasi dan AI.

Di titik ini, kolaborasi dengan penyedia teknologi satelit seperti Starlink menjadi salah satu bagian dari ekosistem yang sedang dibangun.

Alih-alih melihat konektivitas satelit dan terestrial sebagai dua teknologi yang saling bersaing, Lintasarta melihat keduanya sebagai infrastruktur yang dapat saling melengkapi.

Bagi Indonesia, pendekatan tersebut menjadi semakin relevan ketika kebutuhan digital terus tumbuh dan akses konektivitas harus menjangkau wilayah dengan karakter geografis yang tidak seragam.

Dengan demikian, pembicaraan Lintasarta dan Starlink di BATIC 2026 bukan semata soal koneksi internet dari satelit.

Lebih jauh, kolaborasi tersebut memperlihatkan bagaimana infrastruktur digital Indonesia mulai bergerak menuju model yang lebih terintegrasi, dengan menggabungkan jaringan darat, satelit, cloud, keamanan siber, dan teknologi AI dalam satu ekosistem. (jas)

 

 

Related News
Recent News
image
Techno Cerita di Balik Lensa: Laura Basuki hingga Social Media Creators Hidupkan Karakter Personal dengan Xiaomi 17
by Adrian Jasman2026-05-07 12:19:19

Xiaomi 17 hadirkan mobile imaging Leica untuk karya visual kreator lebih personal dan sinematik.

image
Techno POCO C81 Pro Resmi di Indonesia: HP Entry-Level dengan Baterai 6000mAh dan HyperOS
by Adrian Jasman2026-05-05 14:00:00

POCO C81 Pro resmi di Indonesia, bawa baterai 6000mAh, HyperOS, dan harga mulai Rp1,5 jutaan.