Konektivitas Tak Lagi Cukup Mengandalkan Kabel, Satelit Masuk ke Peta Infrastruktur Digital
KOLABORASI - Kerja sama kedua perusahaan sendiri bukan hal baru. Lintasarta dan Starlink telah berkolaborasi sejak 2024, terutama untuk mendukung kebutuhan konektivitas segmen enterprise di Indonesia/ HO to Avnmedia.id
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan perusahaan di era AI semakin terhubung. Koneksi jaringan harus berjalan bersama komputasi awan, keamanan siber, serta kemampuan kolaborasi dan AI.
Di titik ini, kolaborasi dengan penyedia teknologi satelit seperti Starlink menjadi salah satu bagian dari ekosistem yang sedang dibangun.
Alih-alih melihat konektivitas satelit dan terestrial sebagai dua teknologi yang saling bersaing, Lintasarta melihat keduanya sebagai infrastruktur yang dapat saling melengkapi.
Bagi Indonesia, pendekatan tersebut menjadi semakin relevan ketika kebutuhan digital terus tumbuh dan akses konektivitas harus menjangkau wilayah dengan karakter geografis yang tidak seragam.
Dengan demikian, pembicaraan Lintasarta dan Starlink di BATIC 2026 bukan semata soal koneksi internet dari satelit.
Lebih jauh, kolaborasi tersebut memperlihatkan bagaimana infrastruktur digital Indonesia mulai bergerak menuju model yang lebih terintegrasi, dengan menggabungkan jaringan darat, satelit, cloud, keamanan siber, dan teknologi AI dalam satu ekosistem. (jas)
- AI Berkembang Pesat, Mengapa Perusahaan Indonesia Masih Mengalami Blind Spot di Operasional IT?
- Ini Dia Spek Motherboard iGame B850I MINI OC V14, Produk Baru COLORFUL untuk PC Gaming Mini-ITX
- Komdigi Perkuat Pengawasan HKI Digital, Ribuan Situs Ilegal Jadi Ancaman Industri Kreatif
- Riset NTT DATA: AI Perusahaan Terhambat Isu Privasi dan Kedaulatan Data, Ini Dampaknya bagi Bisnis





