Kenikmatan Matcha, Selera atau Hanya Ikut FOMO?
Beneran Suka Matcha?
Fenomena matcha: kenikmatan matcha, rasa atau sekadar FOMO/ Foto: 123rf
Matcha memiliki akar dalam upacara minum teh Jepang dan dihargai karena cara pembuatannya yang rumit dan citarasanya yang khas.
Bagi sebagian orang, kecintaan terhadap matcha tumbuh dari pengalaman otentik ini bukan sekadar ikut tren.
Performative Matcha: Identitas dan Gaya Hidup
Fenomena sosial lain yang perlu diperhatikan adalah performative matcha, yaitu kebiasaan menunjukkan konsumsi matcha sebagai simbol identitas dan gaya hidup tertentu.
Dalam konteks ini, matcha lebih menjadi alat untuk mengekspresikan diri ketimbang sekadar minuman.
Kesimpulan
Alasan banyak orang minum matcha bukan satu‑dimensi.
Ada yang benar‑benar menikmati rasanya dan manfaatnya, sementara yang lain lebih terpengaruh oleh tren sosial dan keinginan untuk “tampil” di media sosial.
Di era digital saat ini, garis antara selera pribadi dan budaya FOMO sering kali blur, terutama ketika sebuah produk seperti matcha menjadi ikon estetika dalam kehidupan sehari‑hari. (naf)



