Kabut Asap Makin Pekat, DPRD Samarinda Minta Sekolah Siapkan Opsi Belajar dari Rumah
WAWANCARA - Wawancara Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronie/HO
Dengan demikian, sekolah yang berada di wilayah dengan kondisi udara masih baik tidak harus mendapatkan perlakuan yang sama dengan sekolah yang terdampak lebih parah.
“Disdik diminta melakukan pembelajaran yang sifatnya tidak berinteraksi di luar ruangan atau dari rumah jika kondisi udara sudah tidak bagus,” terangnya.
Selain mengantisipasi dampak terhadap kegiatan belajar, DPRD Samarinda turut mengkhawatirkan risiko kesehatan masyarakat.
Penurunan kualitas udara akibat kabut asap dinilai dapat meningkatkan potensi gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Pemantauan kondisi tersebut juga dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). D
PRD terus berkoordinasi untuk mengetahui perkembangan kualitas udara sekaligus melihat dampak yang ditimbulkan oleh karhutla.
Novan mengungkapkan angka indeks standar pencemar udara (ISPU) mengalami peningkatan cukup signifikan.
Jika sebelumnya berada pada angka 98, indikator tersebut kemudian naik menjadi 148 yang sudah masuk kategori tidak sehat.
“Udara kita pekan lalu 98, sekarang sudah 148 masuk kategori tidak sehat. Kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan,” ungkapnya.
Kondisi tersebut membuat kesiapan layanan kesehatan turut menjadi perhatian.





