Jerih Payah Petani Indonesia Berbuah Ekspor: Kini Jangkau 25 Negara
Petani Lokal Kini Masuk Pasar Global
PETANI BUAH LOKAL - Mayoritas petani mitra Java Fresh bahkan merupakan petani kecil dengan lahan kurang dari 0,5 hektar. Kondisi ini membuat mereka sulit bersaing tanpa adanya pendampingan dan sistem yang terintegrasi/ HO to Avnmedia.id
Dengan sistem ini, Java Fresh tidak sekadar menjadi perantara perdagangan, tetapi juga motor penggerak ekonomi komunitas.
Kisah Perubahan: Dari Desa ke Panggung Ekonomi Global
Perempuan Desa yang Kini Punya Penghasilan Tetap
Di Puspahiang, Tasikmalaya, Jawa Barat, perubahan nyata mulai dirasakan oleh warga seperti Ibu Edah.
Di usia 40 tahun, ia sempat kesulitan mendapatkan pekerjaan tetap karena keterbatasan akses dan jarak ke kota besar.
Kondisi itu berubah ketika Java Fresh membuka packing house di wilayahnya.
Ia menjadi salah satu pekerja pertama yang bergabung di bagian sortasi dan pembersihan buah.
Kini, ia memiliki penghasilan tetap dan keterampilan baru dengan standar kerja internasional.
“Dulu saya tidak punya banyak pilihan. Sekarang kalau mau belajar dan bekerja, kesempatan itu ada,” ujarnya.
Dampaknya terasa langsung dalam kehidupan keluarganya. Ia bahkan mampu menyekolahkan anak hingga jenjang S2, sesuatu yang sebelumnya sulit dibayangkan.
Disabilitas Bukan Penghalang untuk Mandiri
Kisah serupa datang dari Ibu Emin (56), pekerja Java Fresh yang telah bergabung sejak 2017.
Meski memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, ia tetap aktif bekerja dan berkontribusi secara profesional.
Baginya, pekerjaan ini bukan sekadar penghasilan, tetapi juga pembuktian diri.
“Saya bisa bekerja dengan baik dan membantu ekonomi keluarga,” katanya.
Dari hasil kerja tersebut, ia bahkan mampu membeli tanah dan kini menabung untuk memperbaiki rumahnya.
Tetap Produktif di Usia Lanjut
Di usia hampir 70 tahun, Ibu Nani Suryani masih aktif bekerja di packing house Java Fresh.





