Indonesia Pangkas Produksi Nikel, Dunia Panik: Dampak Besar ke EV, Pertahanan hingga Ekonomi Global

ILUSTRASI NIKEL - Tiongkok saat ini mengonsumsi lebih dari 63% nikel global dan menguasai sekitar 75% kapasitas peleburan di Indonesia. Namun, bahan baku tetap berada di bawah kendali Indonesia/ Unsplash

Di sisi lain, Eropa sepenuhnya bergantung pada impor. Kenaikan harga nikel bahkan telah mendorong biaya produksi industri di Eropa meningkat signifikan, melemahkan daya saing terhadap Asia.

Strategi Indonesia: Hilirisasi dan Kendali Pasokan

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa pemangkasan kuota bertujuan untuk:

  • Menstabilkan harga nikel global di kisaran USD 19.000–20.000/ton
  • Menjaga cadangan bijih berkualitas tinggi
  • Meningkatkan kepatuhan lingkungan
  • Mendorong nilai tambah industri dalam negeri

Langkah ini mirip dengan strategi Republik Demokratik Kongo pada kobalt, yang berhasil mendorong kenaikan harga global secara signifikan.

Dampak ke Harga dan Pasar Global

Harga nikel LME tercatat berada di USD 17.635 per ton (April 2026), naik dari titik rendah tahun sebelumnya.

Namun analis memperkirakan ketegangan pasokan bisa mempersempit surplus global dan bahkan mendorong defisit struktural pada awal 2030-an jika tren ini berlanjut.

Indonesia Jadi Penentu Harga Dunia

Dengan menguasai lebih dari 60% produksi nikel global, Indonesia kini berada di posisi strategis yang menentukan arah industri global—mulai dari EV, konstruksi, hingga pertahanan.

Pemangkasan kuota ini mempertegas satu hal: rantai pasok dunia kini sangat bergantung pada keputusan di Jakarta. (jas)

 

Related News
Recent News
image
Business DANA Raih Penghargaan Komdigi sebagai Perusahaan Paling Aktif Laporkan Konten Ilegal
by Adrian Jasman2026-06-02 19:34:36

DANA meraih penghargaan Komdigi sebagai perusahaan paling aktif melaporkan konten ilegal.

image
Business SCG Catat Pertumbuhan EBITDA 17 Persen di Q1 2026, Perkuat Resiliensi Bisnis Hadapi Gejolak Global
by Adrian Jasman2026-05-29 19:53:52

SCG catat EBITDA Rp8,3 triliun di Q1 2026, didorong strategi efisiensi dan bisnis regional.