FILM

Indonesia Jadi Sorotan di Lumiere Summit 2026, Ada Dana Film Rp20 Miliar

Indonesia Siapkan Dana Film sebesar Rp20 Miliar

Indonesia Dapat Peluang Baru di Industri Film Global lewat Lumiere Summit 2026 / Foto: screendaily.com

AVNMEDIA.IDIndustri film Indonesia mendapat kabar menarik dari Lumiere Summit 2026 yang digelar di Saint-Paul-de-Vence, Prancis, Senin (7/9/2026).

Dalam pertemuan yang mempertemukan para pelaku industri film dari berbagai negara tersebut, Indonesia mengumumkan rencana pembentukan dana untuk mendukung produksi film bersama mitra internasional.

Dana tersebut memiliki nilai hingga Rp20 miliar per tahun dan dapat digunakan untuk mendukung hingga 10 proyek film setiap tahunnya.

Program ini ditujukan bagi pembuat film dari berbagai negara yang ingin menggarap proyek bersama dengan mitra dari Indonesia.

Langkah ini diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi sineas Indonesia untuk bekerja sama dengan pembuat film dari luar negeri.

Selain mendapatkan dukungan pendanaan, kerja sama semacam ini juga bisa membantu film Indonesia menjangkau penonton yang lebih luas.

Indonesia Ingin Perkuat Posisi di Industri Film Global

Dana film tersebut bukan sekadar bantuan untuk membuat film. Pemerintah Indonesia ingin menjadikannya sebagai salah satu cara untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri film internasional.

Melalui kerja sama produksi dengan negara lain, pembuat film Indonesia dapat terlibat dalam proyek yang memiliki jangkauan lebih luas.

Di sisi lain, produser juga memiliki kesempatan untuk bekerja sama dengan talenta serta perusahaan film dari Indonesia.

Program tersebut dikembangkan dengan dukungan Centre national du cinéma et de l'image animée (CNC) dari Prancis.

Pengajuan untuk program pertama disebut akan dibuka sebelum periode program 2027 dimulai.

Bagi industri film dalam negeri, peluang ini cukup penting. Film Indonesia selama beberapa tahun terakhir semakin sering mendapat perhatian di berbagai festival dan pasar internasional.

Dukungan dana untuk produksi bersama dapat menjadi langkah berikutnya agar lebih banyak cerita dari Indonesia bisa dibuat dan dipasarkan untuk penonton global.

Toho Juga Perluas Bisnis ke Eropa

Indonesia bukan satu-satunya pihak yang membawa pengumuman penting di Lumiere Summit.

Perusahaan hiburan Jepang Toho, yang dikenal luas sebagai pemilik waralaba Godzilla, mengumumkan pembukaan cabang baru di Prancis melalui Toho Europe.

Kehadiran kantor baru tersebut diharapkan membantu Toho memperkuat hubungannya dengan industri film dan animasi di Prancis serta negara-negara Eropa lainnya.

Toho sendiri tengah memperluas bisnisnya di Eropa, termasuk melalui pengembangan bisnis anime.

Perusahaan Jepang tersebut tidak hanya dikenal melalui film Godzilla, tetapi juga memiliki bisnis yang mencakup film, animasi, distribusi, serta berbagai bentuk hiburan lainnya.

Dengan langkah tersebut, Toho ingin semakin dekat dengan pasar Eropa sekaligus memperluas jangkauan berbagai konten yang mereka miliki.

Cinepolis Bawa Film Prancis ke Indonesia

Kabar lain yang juga berkaitan langsung dengan Indonesia datang dari jaringan bioskop Cinepolis.

Cinepolis menjalin kerja sama dengan Unifrance untuk memperluas program Tour de Cine Francés ke beberapa negara, termasuk Indonesia.

Program tersebut rencananya mulai diperluas pada 2027. Tour de Cine Francés merupakan program yang menghadirkan pilihan film Prancis kepada penonton di berbagai negara.

Program ini menggabungkan pemutaran film dengan distribusi secara komersial.

Bagi penonton Indonesia, kerja sama tersebut berarti ada peluang untuk menikmati lebih banyak film Prancis di bioskop dalam negeri.

Sementara bagi industri film Prancis, Indonesia menjadi salah satu pasar yang menarik untuk memperluas jangkauan film mereka.

Apa Arti Lumiere Summit bagi Indonesia?

Lumiere Summit merupakan forum internasional yang membahas masa depan industri film dan layar.

Sejumlah isu yang menjadi perhatian antara lain pendanaan film, distribusi, perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, hingga perubahan kebiasaan penonton.

Dalam forum tersebut, para pelaku industri dari berbagai negara membahas bagaimana perfilman dapat terus berkembang di tengah perubahan teknologi dan pola konsumsi masyarakat.

Bagi Indonesia, kesempatan tersebut bisa menjadi pintu untuk memperluas hubungan dengan industri film dunia.

Jika berjalan sesuai rencana, dana Rp20 miliar per tahun dapat membantu lebih banyak proyek film yang mempertemukan sineas Indonesia dengan pembuat film internasional.

Sementara itu, kerja sama Cinepolis dan Unifrance berpotensi memberikan pilihan tontonan yang lebih beragam bagi masyarakat Indonesia.

Rangkaian pengumuman di Lumiere Summit menunjukkan bahwa industri film saat ini semakin terbuka terhadap kerja sama lintas negara.

Indonesia pun berusaha mengambil bagian dalam perkembangan tersebut, bukan hanya sebagai pasar penonton, tetapi juga sebagai negara yang memiliki talenta dan potensi produksi film untuk pasar internasional(san)

Related News
Recent News
image
Film Teror Suanggi Siap Menghantui Bioskop, Ini Sinopsis dan Pemainnya
by Sandrina Elhandari2026-09-07 20:00:00

Suanggi: Ilmu Kutukan, Saat Folklor Indonesia Timur Jadi Teror Bioskop

image
Film Spoiler Flex X Cop Season 2 Episode 9: Misteri Kematian Se-yeon Terungkap, Ada Obat Pemicu Halusinasi
by Nayara Faiza2026-09-07 15:00:00

Episode 9 Flex X Cop Season 2 mengungkap penyebab kematian Se-yeon dan obat misterius pemicu halusin