Final Episode If Wishes Could Kill: Girigo Tak Bisa Dihancurkan?
Episode terakhir berhasil memberi ketegangan, emosi, dan twist yang solid. Serial ini juga menyampaikan pesan bahwa bahaya terbesar bukan aplikasinya, melainkan emosi gelap manusia seperti iri, marah, dan dendam/ X @luvianegra
AVNMEDIA.ID - Drama Korea horor thriller If Wishes Could Kill resmi tamat lewat episode 8.
Namun ending serial ini justru meninggalkan pertanyaan besar: apakah aplikasi Girigo benar-benar hancur?
Episode final menghadirkan pertarungan terakhir antara Se-ah, Haetsal, roh Si-won, hingga pengkhianatan Na-ri.
Meski kutukan utama berhasil dipatahkan, adegan penutup memberi sinyal cerita belum sepenuhnya selesai.
Se-ah Terjebak di Dunia Palsu
Episode dibuka saat Se-ah kejang-kejang setelah gelang pelindungnya dipotong Na-ri.
Di tengah kepanikan Geon-woo, Se-ah justru terbangun di dunia lain yang terlihat normal. Ia kembali berada di sekolah bersama teman-temannya.
Semua orang meyakinkan bahwa kutukan telah berakhir.
Na-ri meminta maaf, Geon-woo bersikap manis, dan suasana tampak damai.
Namun Se-ah segera sadar ada yang aneh. Saat membuka jendela, ia melihat banyak versi dirinya sendiri. Ponsel misterius lalu muncul dan menyeretnya ke dimensi kutukan.
Maehyung Ternyata Bukan Ponsel Hye-rung
Sementara Geon-woo berusaha membawa tubuh Se-ah ke rumah Haetsal di dunia nyata, Haetsal mulai ritual penghancuran maehyung.
Namun mereka salah besar.
Benda kutukan utama ternyata bukan ponsel milik Hye-rung, melainkan ponsel Si-won yang tersembunyi di ruang media sekolah.
Penemuan ini menjadi twist terbesar episode final.





