Fiktif Tapi Terasa Nyata, Film Pengepungan di Bukit Duri Sentil Sistem Bobrok dan Luka Lama Tanah Air?

Tanggapan Netizen dan Para Pemain Film Pengepungan di Bukit Duri (Kolase: AVN Media)

AVNMEDIA.ID - Tak sedikit penonton menyoroti kuatnya simbolisme yang dibawa film Pengepungan di Bukit Duri.

Bukit Duri, meski fiktif, terasa begitu nyata sebagai cerminan runtuhnya sistem pendidikan dan tatanan sosial-politik.

Di sekolah itu, papan tulis justru dipenuhi amarah alih-alih ilmu, dan para siswa tumbuh bukan dengan harapan, tapi warisan dendam.

Film Pengepungan di Bukit Duri menyampaikan kritik yang halus tapi mengena bahwa ketika keluarga, sekolah, dan negara gagal merawat empati, maka prasangka dan trauma dengan mudah menjelma menjadi kekerasan yang terus berulang.

Salah satu aspek yang memantik perdebatan dalam film Pengepungan di Bukit Duri adalah penggunaan bahasa kasar yang nyaris tanpa jeda.

Umpatan-umpatan tajam, seperti “anjing”, “kontol”, hingga “ngentot” berseliweran tanpa sensor.

Bagi sebagian penonton, ini terasa terlalu vulgar.

Related News
Recent News
image
Film Siap Tayang Pertengahan Tahun 2026, Ini Daftar Pemain Film Warkop DKI: Viralin dong!
by Salsabila Damayanti2026-05-05 10:11:27

Segera tayang di bioskop Indonesia, simak daftar pemeran film Warkop DKI: Viralin Dong di sini!

image
Film Penjelasan Ending Yumi’s Cells Season 3: Happy Endingnya Lamaran atau Pernikahan?
by Adrian Jasman2026-05-05 09:00:00

Ending Yumi’s Cells S3: Yumi tolak lamaran, tapi akhirnya menikah dengan Soon-rok di akhir cerita