Di Balik Kisah Romansa di Film Pavane, Ada Kritik Tajam soal Standar Kecantikan Korea
Film Pavane: Kritik tajam soal standar kecantikan Korea Selatan
Karakter Mijeong dalam Pavane, penampilan perempuan dengan tekanan standar kecantikan dan rasa tak pernah cukup/ Foto IG: @netflixkr
Department store menjual kecantikan, citra, dan kesempurnaan.
Namun Mijeong justru bekerja di bagian paling bawah, tersembunyi dari sorotan.
Simbol ini mempertegas bagaimana orang yang merasa tidak memenuhi standar kecantikan sering kali memilih untuk “menghilang” dari ruang publik.
Karakter Mijeong dan Insecure terhadap Penampilan
Salah satu kekuatan Pavane adalah cara film ini menggambarkan insecure tanpa dramatisasi berlebihan, realistis dan sunyi.
Mijeong tidak pernah secara eksplisit menyebut dirinya jelek.
Ia hanya:
- Menghindari kontak mata
- Menarik diri dari interaksi sosial
- Berusaha tidak menarik perhatian
Ini adalah bentuk insecurity yang sering dialami banyak orang, tetapi jarang dibicarakan.
Film ini menunjukkan bahwa tekanan standar kecantikan tidak selalu muncul dalam bentuk bullying terang-terangan.
Kadang ia hadir sebagai bisikan kecil di kepala: “Aku tidak cukup.”
Cinta sebagai Ruang Penerimaan, Bukan Validasi Visual
Yang menarik, Pavane tidak menjadikan transformasi fisik sebagai solusi.
Tidak ada adegan makeover dramatis, tidak ada perubahan penampilan ekstrem.




