Dari Indonesia ke Swiss: Apa yang Perlu Dicermati dari WEF Davos 2026?
Vince Iswara (CEO & Co-Founder DANA Indonesia) di WEF 2024/ HO to Avnmedia.id
Di Indonesia, laporan AC Ventures–BCG bahkan memproyeksikan potensi green growth hingga US$400 miliar, dengan peluang besar di sektor jasa profesional, solusi pengurangan emisi, hingga skema emission offsetting.
DANA dan Peran Indonesia di WEF Davos
Pada gelaran ke-56 ini, sekitar 3.000 peserta dari hampir 130 negara dijadwalkan hadir.
Sejalan dengan semangat dialog global, DANA, sebagai salah satu dompet digital terkemuka di Indonesia, kembali berpartisipasi di WEF Davos untuk ketiga kalinya.
Kehadiran DANA menegaskan komitmen jangka panjang untuk mendukung ekosistem teknologi finansial Indonesia agar tumbuh inklusif, tepercaya, dan berkelanjutan.
Fokus ini mencakup pengembangan layanan keuangan digital berbasis komunitas dan pengguna, sekaligus bertanggung jawab terhadap dampak sosial dan lingkungan—sebagaimana tercermin dalam Sustainability Report 2024 yang dirilis Desember lalu.
Vince Iswara, CEO & Co-Founder DANA Indonesia, menegaskan pentingnya keterlibatan di forum global ini.
Menurutnya, WEF Davos menjadi ruang strategis untuk memahami arah dunia sekaligus memperkuat peran Indonesia di percakapan internasional.
“WEF Davos adalah forum penting untuk memahami bagaimana dunia bergerak dan bagaimana Indonesia dapat mengambil peran yang lebih aktif. Bagi DANA, partisipasi ini sejalan dengan komitmen kami untuk mendukung kebiasaan finansial yang sehat melalui layanan keuangan digital yang aman, inklusif, dan selaras dengan keberlanjutan bumi,” ujar Vince. (jas)
- Ada Versi Murah ChatGPT yang Sudah Diluncurkan, Tapi Tidak Bebas Iklan
- Tenable Respons Isu Kebocoran 183 Juta Akun Gmail: “Google Tidak Diretas”
- Tips Palo Alto Networks: Waspada! Satu Klik Bisa Jadi Awal Serangan Siber
- Siapa Alexandr Wang? Anak Muda 28 Tahun Disuntik Investasi Rp 230 Triliun oleh Mark Zuckerberg



