Dari Indonesia ke Swiss: Apa yang Perlu Dicermati dari WEF Davos 2026?

Vince Iswara (CEO & Co-Founder DANA Indonesia) di WEF 2024/ HO to Avnmedia.id

AI, Talenta Digital, dan Tantangan Indonesia

Salah satu topik sentral WEF Davos 2026 adalah pertanyaan: “How can we deploy innovation at scale and responsibly?”

Isu kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan tata kelola teknologi digital dibahas tidak hanya dari sisi inovasi, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat, tenaga kerja, dan stabilitas ekonomi.

Bagi Indonesia, isu ini sangat kontekstual.

Hingga 2025, tingkat adopsi AI di Indonesia baru mencapai 27,34 persen menurut APJII.

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperkirakan kebutuhan 600.000 talenta digital per tahun untuk mengejar target 9 juta talenta digital pada 2030.

Dalam kerangka Visi Indonesia Digital 2045, pengembangan AI yang aman, inklusif, dan berorientasi pada manusia menjadi tantangan sekaligus peluang besar, terutama bagi sektor teknologi finansial dan ekonomi digital.

Menyeimbangkan Pertumbuhan Ekonomi dan Keberlanjutan

Selain teknologi, WEF Davos 2026 juga menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai agenda strategis melalui tema “How can we build prosperity within planetary boundaries?”.

Pendekatan ekonomi regeneratif, sirkular, dan inklusif menjadi sorotan, seiring meningkatnya kesadaran global bahwa pertumbuhan tidak bisa lagi mengorbankan lingkungan.

Data OECD menunjukkan 65 persen konsumen global bersedia mengubah gaya hidup demi keberlanjutan lingkungan, menjadikan isu ESG semakin relevan bagi dunia usaha.

Related News
Recent News
image
Business Volkswagen ID. Buzz, Mobilitas Listrik dengan DNA Ikonik yang Menyasar Beragam Gaya Hidup
by Adrian Jasman2026-08-29 13:00:00

Volkswagen ID. Buzz hadir dengan desain ikonik, teknologi listrik, dan fitur modern untuk gaya hidup

image
Business Merdeka Finansial Bukan Sekadar Punya Banyak Uang, Ini 4 Langkah yang Didorong blu by BCA Digital
by Adrian Jasman2026-08-28 21:00:00

blu by BCA Digital mendorong masyarakat membangun kebiasaan untuk mencapai merdeka finansial.