Bukan Sekadar Baking, Ini yang Bikin Bite Me Sweet di Viu Beda dari Kompetisi Lain
Konsep Unik: Dessert Artist, Muse, dan Cerita di Balik Rasa
Kehadiran Luvita Ho menjadi salah satu highlight di Bite Me Sweet. Pastry chef asal Indonesia ini menunjukkan bahwa baking tidak melulu soal teknik tinggi, tetapi juga soal empati dan storytelling/ Viu Indonesia
Dari kesan awal yang dingin, interaksi mereka perlahan berubah lebih hangat.
Perubahan dinamika ini kemudian diterjemahkan Luvita ke dalam dessert “Tada! Dan-jjan Bokki”—kreasi yang menggabungkan rasa manis dan asin.
Hasilnya? Bukan hanya berhasil secara rasa, tetapi juga secara narasi.
Dessert tersebut menjadi salah satu yang paling menonjol dan bahkan masuk ke dalam menu toko Bite Me Sweet.
“Resep dan idenya luar biasa,” komentar Lee Saeon.
Lebih dari Kompetisi: Ini Tentang Cara Berpikir
Yang membuat Bite Me Sweet terasa segar adalah fokusnya pada proses, bukan sekadar hasil akhir.
Di sini, dessert berfungsi sebagai medium untuk menyampaikan cerita:
- Bagaimana karakter seseorang diterjemahkan ke rasa
- Bagaimana emosi diubah jadi tekstur
- Bagaimana pengalaman personal jadi konsep visual
Luvita sendiri menegaskan bahwa narasi menjadi faktor penting dalam menciptakan koneksi dengan penonton—atau dalam konteks acara ini, “customer”.
“Kalau ceritanya kuat, orang akan lebih connect dengan dessert yang mereka makan,” jelasnya.





