BI Rate Naik ke 5,25%, Cicilan KPR Belum Tentu Ikut Melonjak, Ini Temuan Rumah123
Kenaikan BI Rate Tidak Otomatis Diikuti Bunga KPR
ILUSTRASI Rumah/ Pexels.com
Namun saat bunga kredit mulai meningkat, kunjungan ke fitur simulasi KPR sempat turun hingga 30 persen pada Oktober 2024.
VP of Marketing Rumah123, Firman Pamungkas, menjelaskan bahwa konsumen saat ini cenderung lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan pembelian properti.
"Ketika suku bunga meningkat, konsumen umumnya tidak langsung membatalkan rencana membeli rumah. Mereka justru memperpanjang proses pertimbangan, melakukan lebih banyak simulasi pembiayaan, dan menjadi lebih selektif dalam menentukan harga rumah yang sesuai dengan kemampuan cicilan," ujar Firman.
Menurutnya, perubahan suku bunga lebih tepat dibaca sebagai perubahan perilaku konsumen dibanding penurunan minat membeli rumah secara langsung.
Segmen Rumah Rp1-3 Miliar Masih Mendominasi Permintaan
Di tengah dinamika suku bunga, pasar properti nasional menunjukkan daya tahan yang cukup kuat.
Data Rumah123 pada Kuartal I 2026 menunjukkan bahwa permintaan terbesar masih berasal dari segmen rumah dengan harga Rp1 miliar hingga Rp3 miliar.
Kelompok ini menyumbang sekitar 35,5 persen dari total permintaan properti nasional.
Sementara itu, segmen rumah dengan harga Rp500 juta hingga Rp1 miliar mencatat porsi 22,7 persen, sedangkan properti di bawah Rp500 juta menyumbang 18,1 persen.
Head of Research Rumah123, Marisa Jaya, menilai segmen menengah masih menjadi penggerak utama pasar properti Indonesia.
"Permintaan terbesar saat ini masih berasal dari rumah dengan harga Rp1-3 miliar yang umumnya dibeli keluarga muda maupun masyarakat urban dengan kebutuhan hunian nyata dan kondisi finansial yang relatif lebih matang," katanya.





