Bagaimana Cara Kita Menilai Harga Terasa Mahal atau Murah?
Persepsi Harga Dibentuk oleh Patokan Bawah Sadar
ILUSTRASI - Kenapa harga terasa mahal atau murah? Persepsi dipengaruhi emosi, konteks, dan patokan bawah sadar (Foto: Canva)
Dalam kondisi ini, emosi dan adrenalin mengalahkan logika.
Manfaat jangka panjang sering terabaikan, sementara dorongan kepuasan instan terasa lebih dominan.
Mengapa Hal Mahal Bisa Terasa Wajar?
Sesuatu yang dianggap mahal bisa terasa masuk akal jika dibandingkan dengan alternatif yang lebih buruk.
Misalnya, biaya konseling pernikahan kerap dipersepsikan mahal, hingga dibandingkan dengan ongkos perceraian yang jauh lebih besar, baik secara finansial maupun emosional.
Artinya, harga menjadi relatif tergantung pada pembanding yang kita gunakan.
Tanpa sadar, kita memilih pembanding yang mendukung keputusan kita.
Langganan Kecil, Biaya Besar
Salah satu contoh paling jelas dari bias penilaian harga adalah langganan bulanan.
Biaya kecil yang berulang sering luput dari perhatian karena beban psikologis untuk membatalkan terasa lebih berat daripada membiarkannya berjalan.
Ketika biaya-biaya kecil ini menumpuk, barulah kita menyadari bahwa penilaian “murah” tadi tidak sepenuhnya akurat.



