ArtScience Museum dan OceanX Ajak Pengunjung Menyelami Laut Dalam Lewat Pameran Imersif “Into the Ocean”
PAMERAN - Vivid footage of deep-sea creatures reveal the resilience and diversity of life in extreme deep-sea environments_Credit to Marina Bay Sands
Perjalanan kemudian berakhir di area Resurface, yang menyoroti upaya restorasi ekosistem seperti lamun dan konservasi laut, menegaskan bahwa aksi manusia memiliki dampak langsung terhadap kelestarian laut.
Seni, Sains, dan Teknologi Bersatu dalam Satu Pameran
Pameran ini melibatkan sejumlah seniman dan kolektif internasional seperti:
- Marshmallow Laser Feast (Inggris)
- Jana Winderen (Norwegia)
- Marco Barotti (Italia)
- bit.studio (Thailand)
- Sissel Tolaas (Norwegia)
- Robertina Šebjanič (Slovenia)
Salah satu karya paling menonjol adalah “Invisible Ocean” oleh Sissel Tolaas, yang mengubah sampel laut menjadi pengalaman aroma imersif berbasis penelitian kimia molekuler.
Pengunjung tidak hanya melihat laut, tetapi juga “merasakan” keberadaan ekosistemnya melalui indera penciuman.
Teknologi Interaktif Ungkap Rahasia Ekosistem Laut
Di zona Photic, pengunjung dapat menjelajahi ekosistem terumbu karang melalui data riset dari Lee Kong Chian Natural History Museum.
Instalasi interaktif seperti Dive and Discover memungkinkan pengunjung mengendalikan simulasi kapal selam, sementara karya visual dan audio dari berbagai seniman menampilkan data pergerakan kehidupan laut secara real-time.
Pada zona Twilight, teknologi seperti DataXplorer memvisualisasikan arus laut yang berperan penting dalam mengatur iklim global, dikembangkan bersama ilmuwan dan pembuat film internasional.
Dari Laut Terdalam ke Pesan Konservasi Global
Di zona Aphotic, pengunjung disuguhi spesimen laut dalam langka serta rekaman eksklusif ekspedisi OceanX yang memperlihatkan kehidupan di kedalaman ekstrem.





