Amar Bank dan JAFF Dorong Bankability Industri Perfilman Nasional
KOLABORASI - Kolaborasi Amar Bank dan JAFF selanjutnya akan diperluas melalui forum diskusi bersama enam asosiasi yang masing-masing mewakili profesi di industri perfilman/ HO to Avnmedia.id
Amar Bank Siapkan Pendekatan Pembiayaan Berbasis Teknologi
Senior Vice President MSME Amar Bank, Josua Sloane, mengatakan karakter bisnis industri kreatif membutuhkan pendekatan yang berbeda.
Menurutnya, Amar Bank berupaya memahami karakter bisnis tersebut melalui penyediaan teknologi finansial yang dapat membantu pelaku usaha membangun kesiapan untuk masuk ke ekosistem perbankan.
“Amar Bank melihat industri kreatif memiliki karakter bisnis yang unik dan umumnya berbasis proyek. Karakter inilah yang coba kita pahami lewat penyediaan teknologi keuangan adaptif. Untuk itu, Amar Bank memilih pendekatan nurturing, di mana teknologi kami mendampingi pemilik usaha di sektor kreatif agar menjadi bankable dan siap mengakses layanan keuangan,” ujar Josua.
Pendekatan tersebut diwujudkan melalui Amar Bank Bisnis.
Platform ini memungkinkan pemilik usaha memanfaatkan teknologi digital untuk membangun rekam jejak transaksi, merapikan pencatatan keuangan, memperkuat tata kelola internal, hingga mengelola berbagai dokumen operasional dalam satu platform.
Dengan demikian, digitalisasi tidak hanya ditempatkan sebagai alat transaksi, tetapi juga sebagai bagian dari proses membangun kredibilitas bisnis.
Dari Rekam Transaksi Menuju Creditworthiness
Bagi sektor perfilman, kemampuan membangun rekam jejak keuangan menjadi penting karena kelayakan sebuah bisnis tidak hanya ditentukan oleh potensi proyek yang akan dikerjakan.
Kedisiplinan dalam mencatat transaksi, transparansi keuangan, dan tata kelola usaha dapat membantu lembaga keuangan memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi bisnis.
“Saat kedisiplinan dan transparansi finansial terbentuk, sistem perbankan dapat mengukur tingkat kelayakan kredit (creditworthiness) secara presisi. Semakin kuat dan rapi tata kelola usahanya, semakin besar peluang serta fleksibilitas pembiayaan produktif yang dapat disalurkan,” ujar Josua.
Pendekatan ini menempatkan proses menuju bankable sebagai sesuatu yang dibangun sejak awal, bukan baru dilakukan ketika pelaku usaha membutuhkan pinjaman.
Bagi industri film yang memiliki rantai bisnis panjang, penguatan tersebut berpotensi memberikan dampak lebih luas.
Mulai dari rumah produksi, pekerja kreatif, penyedia peralatan, distributor, hingga UMKM yang menjadi bagian dari rantai pasok industri dapat memperoleh manfaat apabila tata kelola bisnis semakin tertata.





