Amar Bank dan JAFF Bedah Tantangan Bankability Pekerja Film, dari Arus Kas hingga Aset IP

Momen FGD yang dilakukan antara Amar Bank dengan para asosiasi perfilman/ HO to Avnmedia.id

Menurut dia, rekam jejak keuangan yang lebih terstruktur dapat membantu perbankan membaca kelayakan kredit pekerja dan pelaku usaha film dengan lebih akurat.

“Inilah langkah konkret Amar Bank untuk mendampingi nasabah agar jadi bankable,” ujarnya.

Sistem Keuangan Juga Perlu Lebih Film-able

Dari sisi JAFF Market, kebutuhan industri bukan hanya bagaimana pelaku film menyesuaikan diri dengan sistem keuangan yang ada.

Karakter bisnis perfilman juga perlu dipahami secara lebih mendalam oleh sektor keuangan.

Direktur Bisnis JAFF Market Sekarini Seruni mengatakan kolaborasi dengan Amar Bank penting untuk memahami karakter kerja industri film secara lebih utuh.

“Industri film tidak hanya berbicara tentang karya, tetapi juga tentang bagaimana orang dan usaha di baliknya dapat tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan. Karya yang kuat juga membutuhkan fondasi finansial yang sehat,” ujar Sekarini.

Pendekatan tersebut membuka ruang bagi industri keuangan untuk melihat pekerja kreatif bukan semata berdasarkan pola pendapatan konvensional, tetapi juga berdasarkan karakter proyek, rekam transaksi, kontrak, serta potensi aset kekayaan intelektual.

IP Berpotensi Buka Akses Pendanaan Produktif

Ke depan, Amar Bank dan JAFF Market akan melanjutkan kolaborasi untuk memperkuat kapasitas profesi di industri film.

Salah satu agenda yang akan didorong adalah pembahasan mengenai kekayaan intelektual sebagai aset ekonomi yang berpotensi memperluas peluang pendanaan produktif bagi industri kreatif.

Dengan ekosistem film yang melibatkan semakin banyak profesi dan bisnis pendukung, kebutuhan terhadap sistem finansial yang mampu membaca karakter industri kreatif juga semakin relevan.

Bagi pekerja film, tantangannya bukan hanya menghasilkan karya. Membangun rekam keuangan, memisahkan transaksi pribadi dan produksi, memperkuat legalitas, serta mendokumentasikan aset IP menjadi bagian dari upaya membangun fondasi bisnis yang lebih bankable.

Sementara bagi sektor perbankan, pemahaman terhadap karakter ekonomi kreatif menjadi kunci agar layanan dan pendekatan pembiayaan dapat semakin relevan dengan model bisnis berbasis proyek. (jas)

 

Related News
Recent News
image
Business bluInvest Emas Hadir, Anak Muda Bisa Mulai Investasi Emas Cuma Rp10 Ribu
by Adrian Jasman2026-09-19 17:17:49

bluInvest Emas hadir, investasi emas mulai Rp10 ribu lewat kolaborasi BCA Digital dan Pegadaian.

image
Business Populix Soroti Kesenjangan Upah: Beban Kerja Domestik Perempuan Setara 31 Hari Kerja per Tahun
by Adrian Jasman2026-09-19 13:00:00

Populix ungkap perempuan bekerja 252 jam lebih banyak untuk pekerjaan domestik dalam setahun.