aespa Buka Tur Dunia ke-4, Ini 6 Momen Paling Menarik di SYNK : COMPLæXITY
SYNK : COMPLæXITY di Seoul
KONSER - aespa tur SYNK : COMPLæXITY di Seoul/Foto: X @SMTOWNGLOBAL
Setelah melewati penampilan solo dan unit, aespa kembali tampil sebagai grup lewat "Armageddon".
Menariknya, lagu tersebut dibawakan dalam versi rock dengan dukungan live band.
Aransemen tersebut membuat nuansa dramatis dan futuristik "Armageddon" semakin terasa.
"Drama" kemudian menambah atmosfer teatrikal sebelum "Next Level" kembali membawa penonton pada salah satu lagu yang paling melekat dengan identitas aespa.
Lima tahun setelah dirilis, "Next Level" masih menunjukkan karakter khas aespa lewat perubahan struktur lagu, attitude yang kuat, dan aransemen yang tidak biasa.
6. Bawakan 27 Lagu
Membawakan 27 lagu selama sekitar dua setengah jam tentu bukan hal mudah.
Namun, Karina, Winter, Giselle, dan Ningning mampu mempertahankan energi mereka hingga bagian akhir konser.
Keempatnya harus bernyanyi sambil menjalankan koreografi yang cukup intens, pergantian formasi, dance break, hingga berbagai perubahan konsep sepanjang pertunjukan.
Masing-masing member juga semakin menunjukkan karakter panggungnya. Karina tampil dengan kontrol yang kuat, Winter dengan presisi, Giselle dengan gaya yang lebih santai, sementara Ningning kembali menonjolkan kekuatan vokalnya.
Pada akhirnya, SYNK : COMPLæXITY bukan hanya tentang produksi panggung yang besar.
Tur ini juga memperlihatkan bagaimana aespa terus mengembangkan identitas mereka setelah hampir enam tahun berkarier.
Setelah Seoul, SYNK : COMPLæXITY berlanjut ke Taipei pada 11 Agustus 2026 sebelum menuju Amerika Latin, Amerika Utara, Kanada, dan Eropa.
Rangkaian tur tersebut dijadwalkan berlanjut hingga Februari 2027. (sal)





