5 Cara Lee Yul-eum Bikin Karakter Bintang Top Terasa Berbeda di Dream to You
POSTER - Drama Korea Dream to You tayang setiap Senin dan Selasa dan dapat disaksikan melalui Viu/ HO to Avnmedia.id
3. Nomor Telepon di Helm dan Perempuan yang Berani Mengambil Langkah Pertama
Salah satu momen yang paling menggambarkan karakter Oh Ha-na muncul ketika ia memberikan helm bertuliskan nomor teleponnya kepada Yu-geon.
Secara sederhana, memberikan nomor telepon bukanlah tindakan yang luar biasa.
Namun dalam konteks karakter Ha-na, adegan tersebut terasa penting.
Ia yang selama ini hidup dalam sistem yang mengatur hampir setiap aspek kehidupannya justru mengambil keputusan sendiri untuk mendekati seseorang.
Ha-na tidak menunggu Yu-geon mengejarnya.
Ia justru mengambil langkah pertama.
Menariknya, keberanian tersebut tidak membuat Ha-na tiba-tiba menjadi ahli dalam menghadapi perasaan. Setelah berani mengambil langkah, ia tetap bisa terlihat kikuk ketika harus berhadapan dengan konsekuensinya.
Lee Yul-eum membuat kontradiksi itu terasa sebagai bagian alami dari karakter, bukan sekadar gimmick untuk membuat penonton tertawa.
4. Di Balik Kemewahan, Ada Luka dari Hubungan Ibu-Anak
Dream to You juga tidak berhenti pada sisi menggemaskan Oh Ha-na.
Di balik kehidupan mewah dan popularitasnya, terdapat hubungan yang kompleks dengan sang ibu.
Masalahnya, sang ibu bukan hanya berperan sebagai orang tua. Ia juga merupakan sosok yang memimpin agensi tempat Ha-na berkarier.
Batas antara keluarga dan pekerjaan pun menjadi kabur.
Kasih sayang, ambisi, tuntutan, hingga kontrol bercampur dalam hubungan tersebut. Kondisi ini ikut menjelaskan mengapa Ha-na kesulitan membangun hubungan personal yang benar-benar normal.
Dalam kehidupannya, kedekatan dengan seseorang bisa saja memiliki konsekuensi lain. Pilihan pribadi juga dapat dengan mudah berubah menjadi urusan pekerjaan.
Karena itu, kehadiran Yu-geon menjadi penting.
Bersamanya, Ha-na dapat menjalani percakapan sederhana, berkendara dengan sepeda motor, dan menghabiskan waktu tanpa harus terus memikirkan kamera atau citra seorang bintang.
Untuk pertama kalinya, seseorang mengenalnya bukan sebagai putri pemilik agensi atau selebritas terkenal.
Tetapi sebagai Ha-na.





