123 Property Recap: The Youth Move Ungkap Cara Generasi Muda Indonesia Memilih Hunian Sepanjang 2025
REPORT - Apartemen cenderung diposisikan sebagai hunian fleksibel, mendukung mobilitas dan efisiensi. Sementara rumah tapak dipilih sebagai aset stabil jangka panjang/ HO to Avnmedia.id
Pergeseran Paradigma dari Rumah Besar ke Fungsional
Data pencarian hunian 2025 menunjukkan konsentrasi minat pada ukuran kecil hingga menengah:
- ≤60 sqm: 22,9% (±Rp545,6 juta)
- 61–90 sqm: 16,1% (±Rp988,7 juta)
- 91–150 sqm: 23,4% (±Rp1,58 miliar)
Secara keseluruhan, 62,4% pencarian hunian berada pada ukuran ≤150 sqm.
Data ini menegaskan pergeseran paradigma.
Generasi muda tidak lagi mengejar rumah besar sebagai simbol pencapaian, melainkan memilih hunian yang “cukup”: fungsional, terjangkau secara finansial, dan fleksibel menghadapi perubahan hidup ke depan.
Apartemen untuk Fleksibilitas, Rumah Tapak untuk Stabilitas
Data juga menunjukkan perbedaan orientasi antara apartemen dan rumah tapak:
- Apartemen: 71,6% sewa | 28,4% beli
- Rumah tapak: 50,1% sewa | 49,9% beli
Apartemen cenderung diposisikan sebagai hunian fleksibel, mendukung mobilitas dan efisiensi. Sementara rumah tapak dipilih sebagai aset stabil jangka panjang.
Pola ini mencerminkan kematangan pengambilan keputusan generasi muda.
Hunian tidak lagi dipandang sebagai satu keputusan besar dalam hidup, melainkan sebagai rangkaian keputusan yang menyesuaikan fase kehidupan—menyewa saat fleksibilitas dibutuhkan, dan membeli ketika stabilitas menjadi prioritas. (jas)



