123 Property Recap: The Youth Move Ungkap Cara Generasi Muda Indonesia Memilih Hunian Sepanjang 2025

REPORT - Apartemen cenderung diposisikan sebagai hunian fleksibel, mendukung mobilitas dan efisiensi. Sementara rumah tapak dipilih sebagai aset stabil jangka panjang/ HO to Avnmedia.id

AVNMEDIA.ID -  Perilaku generasi muda dalam mencari hunian di Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan perubahan signifikan.

Tak lagi impulsif atau sekadar mengikuti tren pasar, generasi usia produktif kini tampil sebagai aktor utama yang secara aktif membentuk arah pencarian properti nasional.

Fenomena ini terekam dalam 123 Property Recap: The Youth Move, sebuah rangkuman insight berbasis data pencarian hunian di portal Rumah123.

Laporan ini secara khusus membaca pola, preferensi, dan cara berpikir generasi muda dalam mempertimbangkan hunian, mulai dari fase awal karier hingga pembentukan keluarga.

Apa Itu 123 Property Recap: The Youth Move?

123 Property Recap: The Youth Move merupakan laporan berbasis data agregat non-personal dari aktivitas pencarian hunian di portal Rumah123 sepanjang tahun 2025.

Berbeda dengan laporan pasar properti konvensional yang memotret pasar secara menyeluruh, recap ini secara sengaja memfokuskan analisis pada kelompok usia produktif—mereka yang berada dalam fase pembentukan aset, stabilitas finansial, serta transisi hidup.

Pendekatan ini menempatkan generasi muda bukan sebagai objek pasar, melainkan sebagai subjek utama yang secara aktif membentuk permintaan (demand behavior).

Generasi Muda Mulai Menggerakkan Arah Pasar Hunian

Tema “The Way We Choose Home” dipilih karena sepanjang 2025, generasi muda tidak lagi sekadar mengikuti dinamika pasar, tetapi mulai mengarahkan cara pasar membaca kebutuhan hunian.

Perubahan ini terlihat bukan hanya dari volume pencarian, melainkan dari cara pengambilan keputusan yang semakin rasional dan strategis.

Beberapa karakter utama yang menonjol:

  • Lebih realistis dalam membaca harga dan kemampuan finansial
  • Lebih sadar fungsi hunian sesuai fase hidup
  • Lebih mengutamakan konektivitas dan efisiensi mobilitas dibanding status lokasi pusat kota

Alih-alih mengejar kepemilikan secara cepat, generasi muda menunjukkan pola pencarian yang terencana dan berbasis nilai jangka panjang.

 

Siapa yang Paling Aktif Mencari Hunian?

Sepanjang 2025, aktivitas pencarian hunian di Rumah123 didominasi oleh kelompok usia produktif:

  • Usia 18–24 tahun: 19,9%
  • Usia 25–34 tahun: 25,6%
  • Usia 35–44 tahun: 18,0%

Secara total, 63,5% pencarian berasal dari Gen Z dan Young Millennial (18–44 tahun).

Namun, tingginya aktivitas pencarian ini tidak serta-merta mencerminkan kesiapan membeli.

Bagi generasi muda, mencari rumah merupakan bagian dari proses memahami pilihan hidup dan kesiapan finansial, bukan keputusan instan.

Bagi Gen Z, Mencari Rumah Masih Tahap Eksplorasi

Kelompok usia 18–24 tahun menyumbang hampir 20% dari total pencarian hunian, dengan minat utama pada:

  • Hunian berukuran kecil (≤90 sqm)
  • Rentang harga entry-level
  • Lokasi dengan akses transportasi yang baik

Bagi Gen Z, pencarian hunian berfungsi sebagai sarana eksplorasi. Mereka membandingkan harga, lokasi, dan tipe hunian untuk membangun pemahaman jangka menengah.

Pola ini menunjukkan pendekatan yang semakin rasional dan tidak impulsif, dengan fokus pada keberlanjutan keputusan, bukan momentum sesaat.

Hunian Diposisikan sebagai Tempat Tinggal dan Aset

Berbeda dengan Gen Z, kelompok usia 25–44 tahun menunjukkan pola pencarian yang lebih terarah.

Minat terkonsentrasi pada:

  • Hunian berukuran 91–150 sqm
  • Rumah tapak sebagai pilihan utama kepemilikan
  • Wilayah sub-urban dengan konektivitas tinggi

Pada fase ini, hunian mulai diposisikan sebagai tempat tinggal jangka panjang sekaligus aset, dengan pertimbangan ukuran, lokasi, dan harga yang disesuaikan dengan kebutuhan hidup serta kemampuan finansial.

Pergeseran Paradigma dari Rumah Besar ke Fungsional

Data pencarian hunian 2025 menunjukkan konsentrasi minat pada ukuran kecil hingga menengah:

  • ≤60 sqm: 22,9% (±Rp545,6 juta)
  • 61–90 sqm: 16,1% (±Rp988,7 juta)
  • 91–150 sqm: 23,4% (±Rp1,58 miliar)

Secara keseluruhan, 62,4% pencarian hunian berada pada ukuran ≤150 sqm.

Data ini menegaskan pergeseran paradigma.

Generasi muda tidak lagi mengejar rumah besar sebagai simbol pencapaian, melainkan memilih hunian yang “cukup”: fungsional, terjangkau secara finansial, dan fleksibel menghadapi perubahan hidup ke depan.

Apartemen untuk Fleksibilitas, Rumah Tapak untuk Stabilitas

Data juga menunjukkan perbedaan orientasi antara apartemen dan rumah tapak:

  • Apartemen: 71,6% sewa | 28,4% beli
  • Rumah tapak: 50,1% sewa | 49,9% beli

Apartemen cenderung diposisikan sebagai hunian fleksibel, mendukung mobilitas dan efisiensi. Sementara rumah tapak dipilih sebagai aset stabil jangka panjang.

Pola ini mencerminkan kematangan pengambilan keputusan generasi muda.

Hunian tidak lagi dipandang sebagai satu keputusan besar dalam hidup, melainkan sebagai rangkaian keputusan yang menyesuaikan fase kehidupan—menyewa saat fleksibilitas dibutuhkan, dan membeli ketika stabilitas menjadi prioritas. (jas)

 

Related News
Recent News
image
Business Yang Ditunjuk FedEx untuk Pimpin Kawasan Asia Pasifik? Salil Chari!
by Adrian Jasman2026-01-23 15:00:00

FedEx menunjuk Salil Chari sebagai Presiden Asia Pasifik untuk memimpin strategi dan pertumbuhan bis

image
Business Kingston Technology Masuk 30 Besar Perusahaan Swasta Teratas AS 2025 versi Forbes
by Adrian Jasman2026-01-23 12:06:53

Kingston Technology naik ke peringkat 28 Forbes America’s Top Private Companies 2025.