Tesla

Tesla Tawarkan Uji Coba Fitur Mengemudi Semi Otomatis Gratis di China, Strategi Gaet Konsumen Baru

Batas Akhirnya di 16 April 2025

ILUSTRASI FSD TESLA - Ilustrasi fitur Full Self-Driving (FSD) alias mengemudi semi otomatis milik Tesla/ Carnewschina

AVNMEDIA.ID – Dalam upaya memperkuat penetrasi pasar di Tiongkok, Tesla resmi meluncurkan program uji coba gratis selama satu bulan untuk fitur Full Self-Driving (FSD) alias mengemudi semi otomatis

Program ini berlangsung mulai 17 Maret hingga 16 April 2025, dan ditujukan kepada pemilik Tesla terpilih yang ingin merasakan langsung kecanggihan teknologi bantuan mengemudi perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.

Fitur FSD Tesla: Canggih tapi Masih Butuh Pengawasan Pengemudi

Menurut pernyataan resmi Tesla, fitur FSD akan didistribusikan secara bertahap ke kendaraan yang kompatibel.

Namun, mereka menekankan bahwa cakupan penuh tidak bisa dijamin, karena berbagai faktor eksternal yang memengaruhi penyebarannya.

Meski menawarkan teknologi tingkat lanjut, Tesla menegaskan bahwa FSD masih diklasifikasikan sebagai fitur bantuan mengemudi Level 2, sesuai dengan standar nasional Tiongkok GB/T 40429-2021.

“Fitur ini mungkin tidak dapat menjalankan semua fungsi di setiap kondisi nyata, dan performa dapat berubah tergantung kondisi jalan, cuaca, serta faktor lain,” tulis Tesla.

Pengemudi tetap diminta untuk aktif mengendalikan kendaraan, termasuk meletakkan kedua tangan di setir, memperhatikan lalu lintas, serta bersiap melakukan intervensi terutama di lokasi seperti tikungan tajam, persimpangan, atau jalan sempit.

Related News
Recent News
image
Techno Daftar Harga Extreme Price POCO Januari 2026: Unlock Performa Gahar dengan Harga Ekstrem
by Adrian Jasman2026-01-08 22:25:57

POCO rilis cheat sheet awal 2026, bawa performa ekstrem dengan harga ekstrem murah.

image
Techno Laporan Palo Alto Networks: AI Justru Perluas Permukaan Serangan Cloud Secara Masif
by Adrian Jasman2026-01-08 17:45:30

AI memperluas serangan cloud. Laporan Palo Alto Networks ungkap 99% organisasi jadi target siber.