Sutradara Rudy Aryanto Ungkap Alasan Garam Muda Berbeda dari Drama Remaja Lain
Viu Original Garam Muda (Gairah Masa Muda) dibintangi Junior Roberts, Aisyah Aqilah, Florian Rutters, Catherine Alicia, Yusuf Alfiansha, Zoe Levana, dan Adam Farrel/ Viu Indonesia
AVNMEDIA.ID - Cerita tentang kehidupan remaja memang kerap memiliki pola yang mirip. Sekolah, persahabatan, pencarian jati diri, persaingan, hingga kisah cinta menjadi tema yang berulang dalam berbagai serial remaja.
Namun, bagi sutradara Rudy Aryanto, persoalannya bukan sekadar mencari cerita yang belum pernah dibuat. Tantangan sebenarnya adalah menemukan cara penyajian yang membuat cerita tersebut memiliki identitas sendiri.
Hal itu menjadi pendekatan Rudy saat menggarap Viu Original Garam Muda (Gairah Masa Muda).
“Cerita remaja pada umumnya mungkin kurang lebih serupa dengan judul-judul lainnya. Namun, secara tampilan, kita harus memiliki keunikan,” ujar Rudy dalam salah satu acara Viu Original Garam Muda di Senayan, Jakarta.
Menurutnya, keunikan tersebut kemudian dikembangkan bersama tim melalui berbagai elemen dalam serial, mulai dari karakter, visual, hingga musik.
Hipdut Menjadi Identitas Garam Muda
Salah satu pembeda paling menonjol dalam Garam Muda adalah penggunaan hipdut, perpaduan musik hip-hop dan dangdut.
Musik tersebut tidak hanya digunakan sebagai latar untuk memperkuat suasana cerita. Hipdut justru menjadi bagian dari kehidupan karakter sekaligus penggerak cerita.
Musik mempertemukan Kaizen yang diperankan Junior Roberts dengan Annet yang dimainkan Aisyah Aqilah.
Dari sana, terbentuk K-BAL, kelompok yang mempertemukan Annet, Kaizen, Lusi, dan Bert.
K-BAL kemudian menjadi ruang bagi mereka untuk membangun persahabatan, mengekspresikan diri, sekaligus mengejar mimpi.
Dengan pendekatan tersebut, hipdut tidak ditempatkan hanya sebagai tren yang sedang populer. Musik menjadi bagian dari identitas cerita Garam Muda.
Rudy Aryanto Tidak Menyeragamkan Para Pemain
Keunikan Garam Muda juga dibangun melalui karakter para pemainnya.
Rudy memilih untuk tidak membuat seluruh pemeran memiliki gaya akting yang sama. Perbedaan karakter dan energi setiap pemain justru digunakan untuk menciptakan dinamika dalam cerita.
“Tugas sutradara adalah melihat perbedaan itu sehingga hasilnya tidak sama, melihat cerita dari sudut pandang yang mungkin belum pernah dielaborasi,” kata Rudy.
Pendekatan tersebut terlihat dari karakter-karakter yang tergabung dalam K-BAL.
Junior Roberts dan Aisyah Aqilah memiliki pengalaman panjang dalam dunia akting. Sementara Catherine Alicia atau Catheez membawa spontanitas dan gaya komedi yang menjadi salah satu kekuatan karakternya sebagai Lusi.
Di sisi lain, Florian Rutters harus membangun Rob sebagai sosok yang pendiam dan tenang. Tantangannya adalah membuat Rob terlihat cool tanpa membuat karakter tersebut terkesan sombong atau tidak peduli.
Perbedaan itu tidak berusaha dihilangkan oleh Rudy.
Sebaliknya, masing-masing karakter diberi ruang untuk berkembang sesuai dengan kekuatan pemerannya.
Catheez dan Florian Rutters Punya Tantangan Berbeda
Dalam proses membangun karakter Lusi, Catheez mengakui dirinya memiliki tantangan ketika harus menghafalkan dialog yang panjang.
Alih-alih membuat dialog terdengar kaku, ia mengeksplorasi percakapan agar tetap mengalir dan terasa sesuai dengan karakter Lusi.
Pendekatan berbeda dilakukan Florian Rutters saat memainkan Rob.
Rob merupakan karakter yang tidak banyak berbicara dan lebih banyak menunjukkan perasaan melalui sikap maupun ekspresi.
Karena itu, Florian harus mampu menahan ekspresi tanpa kehilangan emosi karakter.
Rob tetap harus terlihat tenang, tetapi penonton perlu memahami bahwa di balik sikap tersebut terdapat perhatian dan perasaan kepada Annet.
Perbedaan cara para pemain membangun karakter akhirnya membuat K-BAL terasa seperti kelompok pertemanan yang berisi individu dengan kepribadian berbeda.
Bukan sekadar kumpulan karakter yang hadir untuk mendukung kisah cinta tokoh utama.
Garam Muda Tidak Hanya Mengandalkan Tren Hipdut
Rudy Aryanto juga menegaskan bahwa ketertarikannya terhadap Garam Muda tidak semata-mata karena hipdut.
Ada pesan yang ingin dibawa melalui perjalanan para karakter, terutama mengenai perundungan, optimisme, dan pentingnya saling memberikan dukungan dalam pertemanan.
“Nilai positif itu, misalnya, pesan antibullying, bagaimana meningkatkan optimisme, serta bagaimana teman-teman saling menyemangati,” ujar Rudy.
Pesan tersebut salah satunya terlihat melalui perjalanan Kaizen.
Sebagai siswa populer, Kaizen memang terlihat memiliki kehidupan yang sempurna. Namun, ia juga pernah merasakan bagaimana rasanya takut tersisih dari lingkungan.
Pertemuannya dengan Annet kemudian membawa Kaizen mengenal lingkungan pertemanan yang berbeda.
Keterlibatannya bersama K-BAL juga membuat Kaizen perlahan berani menentukan apa yang sebenarnya ia inginkan, bukan sekadar menjalani kehidupan berdasarkan ekspektasi orang lain.
Musik, Karakter, dan Cerita Remaja Jadi Satu
Pada akhirnya, pembeda Garam Muda bukan hanya terletak pada penggunaan hipdut.
Identitas serial ini dibangun dari perpaduan musik, karakter, visual, persahabatan, konflik remaja, dan pesan tentang keberanian menjadi diri sendiri.
Rudy Aryanto mencoba mengambil tema yang sebenarnya sudah akrab bagi penonton—sekolah, cinta, persahabatan dan pencarian jati diri—lalu mengemasnya melalui sudut pandang dan energi yang berbeda.
Hasilnya adalah cerita remaja yang tidak hanya berfokus pada hubungan romantis, tetapi juga perjalanan karakter dalam menemukan lingkungan yang membuat mereka bisa berkembang.
Viu Original Garam Muda (Gairah Masa Muda) dibintangi Junior Roberts, Aisyah Aqilah, Florian Rutters, Catherine Alicia, Yusuf Alfiansha, Zoe Levana, dan Adam Farrel.
Episode 5 dan 6 Garam Muda tayang Jumat dan Sabtu secara eksklusif di Viu. (jas)
- Garam Muda Episode 5-6: K-BAL Viral, Kaizen Dihadapkan pada Pilihan Sulit
- 7 Tayangan Viu Q3 2026 yang Wajib Masuk Watchlist: Ada Dream to You hingga Garam Muda
- Lirik Lagu Kasih Aba Aba - Naykilla Tenxi dan Jemsii, Bakal Viral Seperti Garam dan Madu?
- Daftar Pemain Drama Korea the East Palace, Lengkap dengan Pemeran Utama hingga Pendukung





