Spoiler The East Palace Episode 6: Saeng-gang Dirasuki Putra Mahkota, Selir Sukbin Akui Racuni Para Pangeran
Episode 6 Tinggalkan Gu-cheon dalam Pilihan Sulit
DRAMA - Saeng-gang terancam setelah dirasuki Putra Mahkota di The East Palace Episode 6/ Foto: Netflix
AVNMEDIA.ID - Episode 6 The East Palace menghadirkan babak baru yang semakin kelam.
Rahasia besar di balik kematian para pangeran akhirnya mulai terungkap, sementara Saeng-gang berada dalam bahaya setelah tubuhnya kembali menjadi wadah bagi arwah Putra Mahkota.
Tak hanya itu, episode 6 ini juga membongkar fakta mengejutkan mengenai Selir Sukbin.
Sosok yang selama ini tampak tenang ternyata menyimpan peran penting dalam tragedi berdarah yang terjadi puluhan tahun lalu di lingkungan istana.
Arwah Putra Mahkota Ungkap Raja Meracuni Putranya Sendiri
Episode 6 dibuka dengan Saeng-gang yang berhasil bertemu arwah Putra Mahkota.
Ia mencoba mencari tahu alasan di balik kebencian sang pangeran terhadap raja.
Arwah tersebut kemudian meminta Saeng-gang memeriksa jasadnya karena di sanalah tersimpan bukti bahwa ia meninggal akibat diracun oleh ayahnya sendiri.
Di sisi lain, Raja justru mengambil keputusan yang semakin kejam.
Demi menghentikan penyebaran wabah, ia memerintahkan seluruh warga desa yang sakit untuk dibunuh.
Tak lama kemudian, ia juga menghukum mati para prajurit yang membiarkan perempuan dan anak-anak melarikan diri.
Sementara itu, Gu-cheon kembali dari dunia arwah dan mendapati jasad Putra Mahkota beserta Saeng-gang telah menghilang.
Setelah menemukan Saeng-gang dalam keadaan pingsan, Gu-cheon menjelaskan bahwa arwah Putra Mahkota sempat merasuki tubuhnya untuk menyembunyikan jasad sang pangeran.
Pertarungan di dunia arwah juga membuat Gu-cheon kehilangan penglihatannya terhadap roh-roh.
Meski demikian, Saeng-gang tetap ingin mengungkap kebenaran tentang tragedi yang terjadi 30 tahun silam, termasuk dugaan bahwa Raja membunuh putranya sendiri demi menutupi dosa masa lalu.
Selir Sukbin Bongkar Rahasia Pembunuhan Para Pangeran
Penyelidikan membawa Saeng-gang pada fakta lain yang mengejutkan.
Pangeran Iksang mengungkap bahwa ayah Saeng-gang pernah menyebabkan satu desa dibantai. Informasi itu membuat Saeng-gang mulai meragukan keluarganya sendiri.
Di saat bersamaan, Ratu Janda memerintahkan Lady Jang mencari tabib kerajaan yang menangani para pangeran puluhan tahun lalu.
Namun tabib tersebut ternyata telah meninggal.
Tak lama kemudian, Pangeran Inha ditemukan tak sadarkan diri setelah memakan manisan dalam kotak bermotif bunga teratai, benda yang identik dengan racun yang pernah merenggut nyawa ibu Saeng-gang.
Klimaks episode terjadi ketika Selir Sukbin mengundang Saeng-gang untuk minum teh.
Saat itulah Saeng-gang mendengar suara mendiang ibunya yang memperingatkannya agar berhati-hati terhadap neneknya.
Selir Sukbin akhirnya mengakui bahwa dialah dalang di balik kematian para pangeran.
Ia meracuni seluruh pangeran, lalu membuat semua orang percaya bahwa tragedi tersebut disebabkan oleh roh penunggu kolam.
Setelah rencananya berhasil, ia membunuh seluruh orang yang membantunya agar rahasia itu tetap terkubur.
Pengakuan itu semakin mengejutkan ketika Selir Sukbin menyebut ibu Saeng-gang ikut mengetahui bahkan membantu rencana tersebut bersama suaminya dan ibu mertuanya.
Selain itu, teh yang diminum Saeng-gang ternyata telah dicampur racun yang sama, hanya dalam dosis lebih rendah.
Saeng-gang Kembali Dirasuki Arwah Putra Mahkota
Mendengar seluruh pengakuan tersebut, Saeng-gang syok hingga menjatuhkan jimat pelindung pemberian Gu-cheon.
Kesempatan itu dimanfaatkan kekuatan jahat untuk menghapus mantra pelindung di ruangan.
Saat tersadar, Saeng-gang sudah tidak lagi menjadi dirinya sendiri.
Ia membuka pintu dan membiarkan arwah-arwah yang selama ini terkurung masuk ke dalam ruangan. Tubuhnya pun kembali dikuasai oleh arwah Putra Mahkota.
Di waktu yang sama, Gu-cheon berusaha memulihkan penglihatannya dengan memasuki dunia arwah.
Ia berhasil mengalahkan gwi-mae dan menggunakan mata makhluk tersebut untuk menggantikan matanya yang rusak.
Namun saat berhasil menemukan Saeng-gang di dunia arwah, Gu-cheon menghadapi situasi yang jauh lebih sulit.
Arwah Putra Mahkota menyeret tubuh Saeng-gang yang tak sadarkan diri dan mengancam akan melukainya.
Setiap luka yang dibuat di dunia arwah langsung muncul pada tubuh Saeng-gang di dunia nyata.
Akhir episode 6 pun ditutup dengan kondisi yang menggantung.
Gu-cheon harus memilih antara menyerang arwah Putra Mahkota atau menyelamatkan Saeng-gang, sementara berbagai rahasia kelam keluarga kerajaan mulai terkuak satu per satu dan mengubah arah konflik dalam The East Palace. (naf)





