Spoiler The East Palace Episode 4: Ratu Janda Akui Dalang Pembunuhan, Gu-cheon Bertekad Selamatkan Saeng-gang
Ratu Janda Akui Kejahatan, Saeng-gang Jadi Target Kutukan Baru
DRAMA - Pengakuan Ratu Janda mengungkap pembunuhan di istana, Gu-cheon bersumpah melindungi Saeng-gang di episode 4 The East Palace/ Foto: Netflix
AVNMEDIA.ID - Drama Korea The East Palace kembali menghadirkan kejutan besar pada episode 4.
Misteri yang selama ini menyelimuti kematian Selir Kesayangan dan ibu Saeng-gang akhirnya mulai terkuak setelah Ratu Janda mengakui sendiri keterlibatannya.
Di sisi lain, Gu-cheon berhasil mengalahkan roh penunggu kolam yang selama ini dipercaya menjadi penyebab berbagai malapetaka.
Namun kemenangan tersebut ternyata bukan akhir dari segalanya.
Ancaman baru muncul ketika kutukan yang sesungguhnya mulai memperlihatkan target berikutnya.
Ratu Janda Akui Dalang Pembunuhan Selir Kesayangan dan Ibu Saeng-gang
Episode 4 dibuka dengan persiapan istana menyambut perayaan ulang tahun ke-70 Ratu Janda.
Di tengah acara, Pangeran Yeongan masih terbaring sakit sehingga tugas kerajaan dialihkan kepada Pangeran Inha.
Pada saat bersamaan, Gu-cheon memasuki dunia arwah dengan kondisi yang nyaris kehilangan kendali.
Beruntung, Saeng-gang berhasil menghentikannya setelah mengingatkan bahwa kematian ibunya bukanlah kesalahan Gu-cheon, melainkan akibat pengaruh roh jahat gwi-mae yang pernah merasukinya.
Setelah kembali ke dunia nyata, Gu-cheon dan Saeng-gang menyusun rencana untuk memancing roh penunggu kolam menggunakan baju bayi milik Selir Kesayangan.
Dengan bantuan anak panah yang telah dilumuri darah Gu-cheon, mereka akhirnya berhasil mengalahkan roh tersebut dan mengantarkannya ke alam baka.
Tak lama setelah roh itu lenyap, kondisi Pangeran Yeongan pulih secara mengejutkan.
Meski demikian, Gu-cheon merasa ada sesuatu yang janggal karena pertarungan berakhir terlalu mudah.
Sementara itu, Ratu Janda justru memerintahkan Lady Jang untuk menyingkirkan ahli feng shui tersebut karena khawatir Gu-cheon mengetahui rahasia besar tentang kematian Selir Kesayangan.
Saeng-gang Bongkar Kejahatan Ratu Janda di Depan Saksi
Saeng-gang kemudian menemui raja dan melaporkan bahwa tugasnya telah selesai.
Sebagai hadiah, ia meminta agar Gu-cheon diizinkan meninggalkan istana dalam keadaan selamat.
Raja pun memenuhi permintaan tersebut dengan memberikan tanda pengenal agar Gu-cheon bisa keluar dari lingkungan istana.
Di sisi lain, Saeng-gang mendatangi Ratu Janda dengan membawa hadiah ulang tahun berupa hidangan yang pernah dikirim kepada ibunya sehari sebelum sang ibu meninggal dunia.
Makanan itu diduga menjadi media racun yang digunakan dalam pembunuhan tersebut.
Melalui percakapan yang sengaja diarahkan, Saeng-gang berhasil memancing emosi Ratu Janda.
Dalam kemarahannya, Ratu Janda mengakui bahwa dirinya iri karena Selir Kesayangan dapat mengandung, sementara dirinya tidak pernah memiliki keturunan.
Pengakuan itu berkembang semakin jauh.
Ratu Janda mengakui telah merancang pembunuhan terhadap Selir Kesayangan sekaligus menjebak ibu Saeng-gang hingga kehilangan nyawa.
Tanpa disadarinya, seluruh pengakuan tersebut didengar langsung oleh Selir Sukbin beserta para dayang yang sejak awal bersembunyi di balik pintu.
Pengakuan itu menjadi bukti penting yang akhirnya membongkar kejahatan Ratu Janda di dalam istana.
Gu-cheon Bertekad Menyelamatkan Saeng-gang
Di saat yang sama, Gu-cheon sempat diculik oleh pengawal Ratu Janda.
Beruntung, ia berhasil diselamatkan oleh pengawal kepercayaan raja yang juga menyerahkan tanda pengenal serta sejumlah uang sebagai bekal untuk meninggalkan istana.
Saat hendak pergi, Gu-cheon memilih menyelamatkan ggeomeoksali yang diserang seekor ular.
Ia bahkan memberikan sebagian energi Yang miliknya agar makhluk tersebut dapat bertahan hidup.
Namun firasat Gu-cheon bahwa semuanya belum berakhir ternyata benar.
Setelah ayah Saeng-gang berangkat berburu bersama Pangeran Yeongan, Saeng-gang kembali mendengar suara-suara arwah yang semakin kuat.
Gu-cheon kemudian datang dan mengungkap bahwa roh penunggu kolam bukanlah dalang sebenarnya di balik kutukan yang menimpa keluarga kerajaan.
Kilas balik memperlihatkan putra ketiga raja sebagai sosok yang mengutuk garis keturunan kerajaan sebelum mengakhiri hidupnya sendiri.
Tragedi itu segera menjadi kenyataan ketika Pangeran Yeongan mendadak meninggal saat mengikuti perjalanan berburu bersama sang raja.
Gu-cheon menyadari kutukan masih terus berjalan.
Saat hendak memperingatkan Saeng-gang agar melarikan diri, Gu-cheon melihat tanda hitam mulai menyebar di punggung perempuan tersebut.
Tanda itu menjadi pertanda bahwa Saeng-gang kini menjadi target berikutnya dari kutukan.
Melihat kondisi itu, Gu-cheon menegaskan bahwa ia tidak akan membiarkan Saeng-gang menghadapi ancaman tersebut seorang diri.
Ia pun bertekad melakukan apa pun demi menyelamatkan perempuan yang selama ini selalu berjuang bersamanya menghadapi berbagai roh jahat di istana. (naf)
- Daftar Pemain Drama Korea the East Palace, Lengkap dengan Pemeran Utama hingga Pendukung
- Spoiler The East Palace Episode 2: Gu-cheon dan Saeng-gang Ungkap Tragedi Gudang Garam, Ratu Janda Diserang Arwah
- Spoiler The East Palace Episode 1: Gu-cheon Masuk ke Dunia Arwah, Pangeran Yeongan Dirasuki Roh Penunggu Kolam





