Spoiler Made in Korea Season 2 Episode 5: Bom Hilang, Pyo Khianati Ki-tae
Spoiler Made in Korea Season 2 Episode 5
DRAKOR - Made in Korea Season 2 Episode 5/Foto: Disney+
AVNMEDIA.ID - Persaingan kekuasaan dalam Made in Korea Season 2 episode 5 semakin berbahaya.
Ki-tae kembali bergerak dengan rencana besar untuk menyingkirkan Mayor Jenderal Hwang Dae-sik, tetapi sebuah bom yang seharusnya menjadi senjata justru menghilang.
Di saat yang sama, hubungan Ki-tae dengan Ki-hyun mulai retak.
Geon-young pun terus memanfaatkan kondisi tersebut dengan memaksa Ki-hyun menentukan keberpihakannya.
Ki-tae Berusaha Menjinakkan Bom
Episode 5 dimulai ketika Ki-tae datang ke jamuan makan siang Hwang. Situasi sempat dipenuhi sindiran sebelum Ki tae menemukan bom yang telah dipasang.
Dia berusaha menjinakkannya diam-diam. Kabel merah harus dipotong, sementara kabel biru akan membuat bom langsung meledak.
Untuk mengalihkan perhatian semua orang, Ki-tae mengajak mereka karaoke. Di tengah suasana yang kacau, dia akhirnya berhasil memotong kabel merah beberapa detik sebelum waktu habis.
Bom selamat dan acara berakhir tanpa korban.
Namun masalah belum selesai.
Ki-hyun Mulai Diragukan
Saat Ki-hun hendak mengambil bom setelah jamuan, benda tersebut ternyata sudah tidak ada.
Kecurigaan langsung mengarah kepada Ki-hyun. Ki-tae mempertanyakan apa yang sebenarnya dilakukan adiknya.
Percakapan keduanya justru membuka luka lama. Ki-hyun mengatakan bahwa Ki-tae tidak pernah benar-benar mempercayainya.
Konflik itu semakin dalam ketika Ki-hyun mengingat masa lalu bersama So-yeong. Saat dirinya berangkat ke akademi militer, keluarga mereka masih berada dalam kondisi yang jauh lebih bahagia.
Kini So-yeong justru mengalami masa putus zat akibat penghentian sementara operasi meth.
Hwang Mulai Mendekati Ki-hyun
Melihat situasi keluarga Ki-hyun, Hwang mencoba memanfaatkannya.
Dalam sebuah makan malam, Hwang secara tidak langsung menjanjikan perlindungan untuk So-yeong dan putrinya, Min-ju. Syaratnya jelas, Ki-hyun harus tetap berada di pihaknya.
Pada saat bersamaan, Geon-young juga menekan Ki-hyun dengan ancaman berbeda.
Dia mengatakan bahwa jika Ki-tae tertangkap, seluruh keluarga mereka bisa ikut hancur.
Geon-young bahkan mengungkap dugaannya bahwa Ki-tae datang ke jamuan makan siang dengan rencana membunuh Hwang.
Ki-hyun pun semakin terjebak.
Ye-jin Temukan Jasad Park Chang-bae
Sementara itu, Ye-jin terus menyelidiki bisnis meth.
Dia menemukan jasad Park Chang-bae dan mulai yakin bahwa seseorang sedang berusaha menghapus jejak operasi narkoba Ki-tae.
Ye-jin juga tidak setuju ketika Ki-tae diberi akses menemui Cheon.
Baginya, pertemuan tersebut hanya akan membuka peluang baru bagi Ki-tae untuk menghilangkan bukti.
Kekhawatiran Ye-jin terbukti ketika Ki-tae dan Cheon mulai membicarakan percobaan pembunuhan berikutnya menggunakan kode.
Pyo Ternyata Jadi Mata-Mata Geon-young
Bagian paling mengejutkan episode ini datang ketika identitas mata-mata Geon-young terungkap.
Orang tersebut ternyata Pyo.
Pyo sudah muak terus diperintah Ki-tae dan ingin mengambil posisinya. Karena itu, dia diam-diam memberikan informasi kepada Geon-young mengenai rencana Ki-tae.
Pyo mengungkap bahwa Ki-tae telah memesan bom baru untuk digunakan dalam pertemuan JIH berikutnya.
Bom itu rencananya akan diselundupkan melalui Kapten Min, seorang perwira yang juga memiliki kepentingan pribadi untuk memutus hubungan dengan pamannya yang membelot.
Geon-young Ternyata Sudah Mengambil Bom
Ki-tae mungkin berpikir rencananya masih aman. Namun, Geon-young ternyata sudah mengetahui semuanya.
Lebih mengejutkan lagi, bom yang sebelumnya dianggap hilang ternyata berada di tangan Geon-young.
Kilas balik memperlihatkan bagaimana Geon-young mendapatkan benda tersebut. Saat pesta berlangsung, dia terlihat mabuk sampai berada di bawah meja. Dari posisi tersebut, dia justru menemukan bom yang dicari Ki-hun.
Dengan kata lain, Geon-young sudah mengetahui langkah Ki-tae sejak awal.
Episode 5 pun berakhir dengan posisi Ki-tae yang semakin terdesak. Selain harus menghadapi Cheon dan Hwang, ia juga kini berhadapan dengan pengkhianatan dari orang terdekat.
Sementara itu, Ki-hyun harus segera menentukan pilihan: tetap melindungi Ki-tae atau menerima tawaran pihak yang menjanjikan keselamatan bagi keluarganya. (sal)





