Spoiler Made in Korea Season 2 Episode 3: Geon-Young Dapat Buku Besar, Ki-Tae Terancam
Spoiler Made in Korea Season 2 Episode 3
DRAKOR - Made In Korea Season 2 Episode 3/Foto: DIsney+
AVNMEDIA.ID - Konflik kekuasaan dalam Made in Korea Season 2 semakin panas di episode 3. Jang Geon-young yang kini bergerak dengan caranya sendiri mulai menyusun rencana untuk menjatuhkan Kepala Cheon sekaligus membongkar jaringan bisnis gelap Ki-tae.
Di sisi lain, Ki-hyun mulai terjebak dalam permainan Geon-young. Ancaman terhadap So-yeong dan putrinya membuat posisi Ki-hyun semakin sulit karena ia harus memilih antara keluarganya atau tetap setia kepada sang kakak.
Geon-young Punya Rencana Besar
Cerita episode 3 membawa penonton dua bulan ke masa lalu. Geon-young menemui Kolonel Ahn Jae-ho, teman sekolahnya dulu yang kini berada di posisi penting.
Berbeda dengan masa ketika Geon-young masih dikenal sebagai jaksa yang sedang naik daun, hidupnya kini jauh berubah setelah menjadi mantan narapidana.
Namun, selama tujuh tahun terakhir Geon-young diam-diam mengumpulkan informasi. Dia mengikuti pergerakan So-yeong dan berhasil menemukan catatan mengenai dana gelap milik Kepala Cheon senilai 70 miliar won.
Geon-young kemudian menawarkan kerja sama kepada Mayor Jenderal Hwang Dae-sik untuk menjatuhkan Cheon. Sebagai gantinya, dia menginginkan pekerjaannya kembali.
Ki-tae Ditembak, Uang 70 Miliar Disita
Saat mengetahui Yuji dan Ki-tae sedang membawa uang 70 miliar won, Geon-young bergerak cepat.
Yuji kemudian dibawa ke JIH atas kasus penyelundupan, sedangkan seluruh uang mereka disita. Ki-tae sendiri mencoba menghadapi Geon-young, tetapi malah ditembak di lengan.
Meski demikian, Geon-young tidak langsung menghabisinya.
Dia sebenarnya ingin menjadikan uang tersebut sebagai senjata untuk menghancurkan lawan-lawannya.
Geon-young berniat menghubungkan Baekho Trading milik Ki-tae dengan dana gelap agar perusahaan itu dapat dibuktikan sebagai kedok bisnis meth.
Rencana tersebut terhambat setelah Hwang meminta Geon-young menghentikan penyelidikan narkoba.
Jika keterlibatan orang-orang dekat presiden dalam perdagangan narkoba terbongkar, Hwang khawatir dirinya ikut terseret.
Ki-hyun Dipaksa Jadi Agen Ganda
Sementara itu, Pyo mulai memainkan perannya.
Dia berpura-pura membantu Cheon dan Ki-tae mencari kebocoran informasi, padahal diam-diam mencoba mengetahui keberadaan buku besar yang menghubungkan bisnis Ki-tae dengan dana 70 miliar won.
Ki-tae bahkan memerintahkan Ki-hun membuntuti Pyo dan mencari Takahashi Kazuo, tangan kanan Yuji yang memegang buku tersebut.
Namun, Geon-young sudah bergerak lebih dulu.
Dia mendatangi So-yeong dan putrinya, Min-ju, lalu mengancam keselamatan keduanya.
Syaratnya hanya satu: Ki-hyun harus menjadi agen ganda dan mengkhianati Ki-tae.
Tekanan tersebut membuat Ki-hyun semakin terjepit.
Ye-jin Mulai Melawan Geon-young
Di JIH, Oh Ye-jin marah karena tidak diberitahu soal penangkapan Yuji. Ketika diberi kesempatan menginterogasi bos yakuza tersebut tetapi gagal mendapatkan informasi, Geon-young mengambil tindakan sendiri.
Dia menyiksa Yuji demi mendapatkan jawaban.
Ye-jin yang melihat tindakan tersebut langsung menyebut Geon-young tidak manusiawi. Tak hanya itu, dia juga semakin marah ketika diminta menghentikan penyelidikan kasus meth.
Namun Ye-jin justru memilih melanjutkan kasus tersebut dengan caranya sendiri. Dia mulai membidik So-yeong dan para pekerja lain yang kecanduan narkoba.
Kazuo Tewas, Buku Besar Jatuh ke Tangan Geon-young
Situasi mencapai puncaknya saat Ki-tae menemukan lokasi Kazuo di sebuah hotel di Busan.
Ki-tae meminta Kazuo menyerahkan buku besar, tetapi permintaan tersebut ditolak. Keduanya pun terlibat perkelahian.
Dalam waktu yang hampir bersamaan, Geon-young dan pasukan JIH tiba. Baku tembak terjadi di hotel dan Kazuo akhirnya tewas.
Namun, ada satu hal penting yang berhasil didapatkan Geon-young: buku besar milik Kazuo.
Dokumen tersebut berpotensi menjadi bukti penting yang menghubungkan bisnis Ki-tae dengan uang 70 miliar won.
Ki-tae Hadapi Russian Roulette
Setelah lolos dari hotel, Ki-tae justru harus menghadapi ancaman lain yang tidak kalah berbahaya.
Kepala Cheon marah besar atas kegagalannya. Sebagai hukuman, Ki-tae dipaksa menghadapi permainan Russian Roulette.
Ki-tae mencoba memohon satu kesempatan terakhir.
Dia berjanji akan menjatuhkan Hwang, sosok yang dianggap Cheon sebagai sumber masalah utama.
Di sisi lain, Geon-young kini memegang kartu penting berupa buku besar.
Episode 3 pun berakhir dengan posisi semua karakter yang semakin berbahaya.
Ki-tae harus menyelamatkan dirinya dari amarah Cheon, Ki-hyun mulai dipaksa mengkhianati kakaknya, sementara Geon-young semakin dekat dengan tujuan untuk menghancurkan jaringan kekuasaan lawannya. (sal)





