Spoiler Four Hands, Two Sonatas Episode 7: Jeong-yo Kembali, Pi-o Bongkar Masa Lalu
Spoiler Four Hands, Two Sonatas Episode 7
DRAKOR - Spoiler Four Hands, Two Sonatas Episode 7/Foto: Netflix
AVNMEDIA.ID - Episode 7 Four Hands, Two Sonatas melanjutkan cerita setelah Pi-o melihat Jeong-yo tampil sebagai konduktor orkestra.
Namun, Jeong-yo kini menggunakan nama Luca Domenico dan mengaku tidak mengingat kehidupan masa lalunya.
Pi-o berusaha mengejar Jeong-yo setelah pertunjukan.
Ia bahkan mendatangi hotel tempat Jeong-yo menginap.
Sayangnya, saat resepsionis menghubungi Jeong-yo, pria tersebut mengaku tidak mengenal seseorang bernama Pi-o.
Jeong-yo Mengaku Kehilangan Ingatan
Keesokan harinya, Pi-o kembali melihat Jeong-yo memimpin sebuah orkestra.
Para wartawan kemudian menanyakan tentang masa lalu Jeong-yo yang sempat menghilang selama bertahun-tahun.
Jeong-yo akhirnya mengungkap bahwa dirinya kehilangan ingatan setelah mengalami kecelakaan sembilan tahun lalu.
Pengakuan tersebut langsung menjadi pemberitaan dan mengejutkan orang-orang yang mengenalnya di Korea Selatan.
Pi-o pun kembali mencoba bertemu dengannya.
Ia menjelaskan bahwa mereka pernah bersekolah bersama dan merupakan teman dekat.
Namun, Jeong-yo justru meminta Pi-o pergi.
Ia mengaku tidak mengingat masa lalu dan merasa tidak nyaman dengan pertemuan tersebut.
Jeong-yo Kembali ke Korea sebagai Konduktor
Setelah kembali ke Korea Selatan, Pi-o masih terus memikirkan Jeong-yo.
Ji-eun mencoba menghiburnya dan mengatakan bahwa yang terpenting adalah Jeong-yo masih hidup.
Pi-o kemudian mengunjungi Korea Arts High School.
Di tempat tersebut, ia mengenang masa-masa bersama Jeong-yo.
Tak disangka, Pi-o justru bertemu langsung dengan Jeong-yo. Jeong-yo mengatakan dirinya kembali ke Korea untuk bekerja dan ingin melihat sekolah lamanya.
Ia bahkan meminta Pi-o menemaninya berkeliling sekolah.
Momen tersebut membuat Pi-o bahagia sekaligus sedih karena Jeong-yo sama sekali tidak mengingat hubungan mereka.
Saat berada di ruang musik, Jeong-yo meminta Pi-o memainkan lagu yang dahulu mereka mainkan bersama.
Pi-o menolak dengan alasan cedera jarinya.
Jeong-yo kemudian bercerita bahwa dirinya ditembak di Praha sembilan tahun lalu.
Cedera tersebut merusak saraf yang terhubung dengan jari-jarinya sehingga ia kesulitan bermain piano.
Karena itu, Jeong-yo akhirnya beralih menjadi konduktor orkestra.
Pi-o Mulai Curiga pada Ji-hye
Mendengar cerita Jeong-yo, Pi-o mulai mempertanyakan siapa sebenarnya yang berada di balik kecelakaan tersebut. Ia bahkan mencurigai ibunya sendiri, Ji-hye.
Pi-o kemudian menghubungi detektif Martin Vogel dan meminta bantuan untuk mencari pelaku penculikan Jeong-yo.
Di sisi lain, Seon-joo tengah berusaha membawa Jeong-yo kembali ke industri musik Korea. Ia menawarkan posisi sebagai konduktor dan meminta Jeong-yo bergabung dengan Eden Agency.
Jeong-yo juga bertemu Jae-in. Jae-in menunjukkan foto-foto masa sekolah mereka untuk membantu mengembalikan ingatannya.
Ji-hye Menolak Jeong-yo Kembali
Kembalinya Jeong-yo membuat Ji-hye panik, terutama setelah mengetahui Seon-joo ingin merekrutnya sebagai konduktor.
Ji-hye kemudian mendatangi Seung-woon dan mempertanyakan keputusannya bekerja sama dengan Jeong-yo. Ia merasa hal tersebut akan kembali menyakiti Pi-o.
Namun, Seung-woon justru meminta Ji-hye berhenti merasa sebagai korban. Ia bahkan mengatakan Pi-o mungkin tidak akan memenangkan kompetisi pada 2017 jika Jeong-yo tidak menghilang.
Ji-hye menolak pernyataan tersebut dan menegaskan bahwa Pi-o memenangkan kompetisi karena kemampuannya sendiri.
Sementara itu, Seon-joo tetap melihat peluang besar dari kembalinya Jeong-yo. Ia memperingatkan Ji-hye bahwa penolakan untuk bekerja sama dapat membuat mereka kehilangan berbagai tawaran endorsement.
Episode 7 pun berakhir dengan konflik baru: Jeong-yo mulai membangun kembali kariernya di Korea, sementara Pi-o berusaha mengungkap siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas hilangnya sahabatnya sembilan tahun lalu. (sal)





