Spoiler Four Hands, Two Sonatas Episode 6: Pencarian Pi-o Selama 9 Tahun Berakhir, Jeong-yo Ternyata Ada di Sini
Four Hands, Two Sonatas Episode 6
DRAMA - Episode 6 Four Hands, Two Sonatas memperlihatkan Pi-o bertemu kembali dengan Jeong-yo/ Foto: tvN
AVNMEDIA.ID - Four Hands, Two Sonatas episode 6 membawa cerita Pi-o pada pencarian panjang terhadap Jeong-yo yang menghilang secara misterius.
Sembilan tahun setelah peristiwa Kompetisi Harmonie 2017, Pi-o memang sudah meraih kesuksesan sebagai pianis.
Namun, pencapaian tersebut tidak serta-merta membuatnya mampu melupakan Jeong-yo.
Pertemuannya dengan Seok-hwan, salah satu perundungnya saat SMA, kembali mengingatkan Pi-o pada sahabatnya.
Ia juga masih memikirkan kata-kata terakhir Jeong-yo sebelum menghilang.
Dalam sebuah wawancara menjelang konser di Praha, Pi-o bahkan ditanya mengenai hubungannya dengan Jeong-yo.
Ia memilih menyangkal bahwa dirinya dekat dengan sang musisi.
Informasi Jeong-yo Membawa Pi-o ke Rumania
Situasi berubah ketika Pi-o menerima pesan dari detektif swasta bernama Martin Vogel.
Pesan tersebut menyebutkan bahwa Jeong-yo terlihat di Rumania.
Pi-o tidak ingin membuang kesempatan itu.
Ia segera berangkat ke Rumania untuk memastikan informasi tersebut, bahkan berbohong kepada Jae-in dan mengabaikan pesan dari Ji-hye.
Bersama Martin, Pi-o kemudian menemui seorang informan bernama Farid yang sedang berada di penjara.
Farid mengungkapkan bahwa Jeong-yo mengalami cedera pada tangan kanannya dan disebut telah menaiki kapal menuju Constantia untuk kembali ke kampung halaman serta bertemu ibunya.
Namun, pencarian tersebut kembali menemui jalan buntu.
Pi-o Mendengar Pengakuan Pembunuhan Jeong-yo
Martin kemudian memberi tahu Pi-o bahwa Andrei, sosok yang disebut sebagai penculik Jeong-yo, akan dibebaskan dari penjara.
Pi-o langsung menemui Andrei dan menanyakan keberadaan Jeong-yo.
Andrei kemudian membuat pengakuan mengejutkan dengan mengatakan bahwa ia telah membunuh Jeong-yo.
Ketika Pi-o ingin mengetahui siapa yang memerintahkan pembunuhan itu, Andrei justru meminta uang sebesar tiga juta lei Rumania.
Situasi semakin memanas setelah Pi-o mencoba menyerangnya.
Andrei bersama anak buahnya kemudian mengancam Pi-o dan menaikkan tuntutan menjadi enam juta lei.
Pi-o membawa uang tersebut, tetapi ketika kembali ke bar, ia justru menemukan polisi.
Andrei Disebut Sudah Dibunuh
Polisi memberi tahu Pi-o bahwa Andrei telah dibunuh.
Kabar tersebut membuat pencarian Pi-o terhadap Jeong-yo semakin tidak jelas.
Martin kemudian memintanya untuk berhenti mencari dan membiarkan Jeong-yo beristirahat dengan tenang.
Terlebih lagi, Interpol sebelumnya telah menyatakan Jeong-yo meninggal.
Namun, Pi-o belum benar-benar bisa menerima kenyataan tersebut.
Ia bahkan mengungkapkan kepada Jae-in bahwa dirinya terus mencari Jeong-yo karena merasa bersalah atas kejadian pada malam Kompetisi Harmonie 2017.
Pi-o meyakini bahwa Jeong-yo meninggal setelah dirinya merebut perhatian yang seharusnya diberikan kepada sahabatnya.
Kondisi Pi-o Semakin Memburuk
Sekembalinya ke Korea Selatan, Pi-o mencoba kembali menjalani aktivitasnya.
Ia bahkan menyetujui tawaran untuk menjadi pembawa acara dalam rangkaian konser musik klasik.
Akan tetapi, kondisi mentalnya semakin terganggu.
Pi-o mulai mengalami mimpi tentang Jeong-yo dan melihat sosok sahabatnya meski tidak benar-benar berada di sana.
Ia bahkan gagal tampil dalam sejumlah pertunjukan.
Ji-hye mulai mengkhawatirkan kondisinya, tetapi Pi-o justru mengurung diri di kamar.
Pi-o Memutuskan Pergi ke Luar Negeri
Pi-o akhirnya meminta bantuan Hyun-soo dan mencoba mencari jawaban mengenai berbagai hal yang selama ini mengganggunya.
Ia juga menemui seorang terapis.
Sang terapis menyarankan Pi-o untuk memberikan dirinya waktu untuk berduka atas kematian Jeong-yo.
Setelah itu, Pi-o memutuskan pergi ke luar negeri.
Perjalanan tersebut kemudian membawa Pi-o pada sebuah kejutan besar.
Pi-o Akhirnya Menemukan Jeong-yo
Di penghujung Four Hands, Two Sonatas episode 6, Pi-o menghadiri sebuah pertunjukan konduktor internasional.
Di tengah acara tersebut, perhatiannya tertuju pada sosok yang sangat dikenalnya.
Pi-o terkejut ketika melihat Jeong-yo tampil sebagai seorang konduktor.
Momen tersebut menjadi penutup episode sekaligus mengubah seluruh pencarian Pi-o selama bertahun-tahun.
Sebelumnya, ia percaya Jeong-yo telah meninggal dan terus dihantui rasa bersalah atas kejadian pada 2017.
Namun, kemunculan Jeong-yo di atas panggung menunjukkan bahwa kisah sahabatnya masih menyimpan banyak pertanyaan.
Identitas Jeong-yo sebagai konduktor, alasan ia menghilang, serta bagaimana ia bisa tetap hidup selama bertahun-tahun menjadi misteri yang kemungkinan akan menjadi bagian penting dalam episode Four Hands, Two Sonatas berikutnya. (naf)





