Spoiler Four Hands, Two Sonatas Episode 4: Jeong-yo Jadi Pianis Pilihan, Pi-o Mulai Tersisih
Four Hands, Two Sonatas Episode 4
DRAMA - Pi-o merasa tersisih ketika Jeong-yo mulai mendapat perhatian lebih dari orang-orang di sekitarnya/ Foto: tvN
AVNMEDIA.ID - Spoiler Four Hands, Two Sonatas episode 4 semakin memperlihatkan persaingan antara Pi-o dan Jeong-yo.
Hubungan keduanya mulai menghadapi masalah ketika kemampuan Jeong-yo dalam bermusik mendapat perhatian lebih besar dari orang-orang di sekitar mereka.
Episode 4 ini tidak hanya berfokus pada hubungan persahabatan keduanya, tetapi juga memperlihatkan tekanan yang dialami Pi-o.
Di tengah konflik keluarga dan tuntutan dalam dunia musik, Pi-o mulai mempertanyakan kemampuannya sendiri setelah menyadari bakat Jeong-yo.
Pi-o Memutuskan Berhenti Ikut Kompetisi
Episode 4 dibuka dengan Pi-o yang mengatakan kepada Ji-hye bahwa dirinya memutuskan untuk berhenti mengikuti berbagai kompetisi musik.
Sejak kecil, Pi-o terbiasa memenangkan kompetisi, tetapi ia selalu mendengar kritik bahwa permainan musiknya tidak memiliki jiwa.
Alih-alih memberikan dukungan, Ji-hye justru meminta Pi-o berhenti bermain musik. Perkataan tersebut membuat hubungan keduanya semakin tegang.
Ji-hye kemudian mendatangi Seung-woon dan menyalahkannya karena pernah mengatakan bahwa permainan Pi-o tidak memiliki jiwa.
Menurut Ji-hye, perkataan tersebut ikut membuat Pi-o kehilangan motivasi.
Jeong-yo Mulai Menunjukkan Bakatnya
Di tengah masalah tersebut, Pi-o dan Jeong-yo justru menghabiskan waktu bersama untuk berlatih.
Pi-o membawa Jeong-yo ke toko musik dan membelikan sejumlah buku partitur yang mereka perlukan.
Keduanya kemudian bermain piano bersama. Jeong-yo mendorong Pi-o untuk memainkan musik dari dalam hati hingga mereka memainkan sebuah karya piano empat tangan.
Namun, hubungan keduanya mulai berubah ketika Pi-o menyadari kemampuan Jeong-yo dalam komposisi musik.
Bakat tersebut membuat Pi-o mulai merasa tidak percaya diri terhadap kemampuannya sendiri.
Perasaan itu semakin kuat ketika mereka berlatih bersama Hyun-soo.
Pi-o bahkan datang lebih awal ke sekolah untuk mempersiapkan diri.
Meski begitu, Hyun-soo justru memberikan pujian kepada penampilan Jeong-yo.
Pi-o Mulai Menjauh dari Jeong-yo
Rasa tidak aman yang muncul dalam diri Pi-o membuat hubungan keduanya mulai renggang.
Pi-o sempat menegur Jeong-yo karena menggunakan ponsel ketika mereka sedang berlatih.
Setelah itu, Pi-o memilih menemui Jae-in.
Di kafe, ia meminta pendapat Jae-in mengenai permainan musiknya.
Jae-in menyadari bahwa Pi-o sedang merasa tidak yakin dengan kemampuan bermusiknya dan berusaha memberikan dukungan.
Sementara itu, Jeong-yo mulai gelisah karena tidak bisa menghubungi Pi-o.
Jeong-yo Menghadapi Ancaman Tuan Kim
Masalah Jeong-yo sendiri semakin rumit. Tuan Kim kembali mengancamnya terkait utang ayahnya.
Jeong-yo bahkan mendatangi kantor pemberi pinjaman tersebut dan mendapati ayahnya sedang dipukuli oleh Tuan Kim beserta anak buahnya.
Tuan Kim meminta Jeong-yo menyediakan 80 juta won untuk menyelamatkan ayahnya.
Ia juga menyuruh Jeong-yo meminjam uang tersebut dari Pi-o.
Situasi tersebut membuat Jeong-yo semakin tertekan.
Ia akhirnya meminta bantuan Seon-joo untuk menyelesaikan persoalan utang ayahnya.
Jeong-yo Mendapat Perhatian di Sekolah
Di sekolah, para guru mengadakan pemungutan suara untuk menentukan pianis yang akan mewakili mereka dalam kompetisi internasional.
Seon-joo menyadari bahwa para guru masih mempertimbangkan kemampuan Pi-o dan Jeong-yo.
Persaingan keduanya pun semakin terasa.
Jeong-yo mulai mendapatkan perhatian karena permainan musiknya yang penuh perasaan, sementara Pi-o justru semakin memikirkan kekurangannya sendiri.
Seung-woon Membandingkan Pi-o dan Jeong-yo
Konflik mencapai titik baru ketika Jeong-yo tampil memainkan piano di rumah Seung-woon.
Pi-o yang baru pulang melihat penampilan tersebut dan kemudian mendengar percakapan mengenai rencana meminta Jeong-yo memainkan sebuah konserto.
Pi-o merasa semakin tersisih.
Seung-woon bahkan mengatakan kepadanya bahwa musik Jeong-yo memiliki passion dan mengejek kemampuan Pi-o.
Jeong-yo yang mendengar perkataan tersebut berusaha membela Pi-o, tetapi Pi-o menghentikannya.
Seung-woon kemudian mengatakan bahwa persahabatan Pi-o dengan Jeong-yo justru merugikan dirinya.
Ji-hye Meminta Jeong-yo Menjauhi Pi-o
Setelah konflik tersebut, Ji-hye ikut turun tangan.
Ia memperingatkan Jeong-yo agar meninggalkan Pi-o dan tidak lagi terlalu dekat dengannya.
Sebelumnya, Ji-hye juga telah membawa Pi-o kembali ke rumah setelah mengatakan bahwa agensi Eden akan mengakhiri kontrak Pi-o untuk mengontrak Jeong-yo.
Pernyataan tersebut membuat Pi-o menolak panggilan dari Jeong-yo.
Hubungan kedua sahabat itu pun semakin berjarak.
Pi-o bahkan mulai menghindari sesi latihan bersama Jeong-yo selama beberapa hari.
Episode Berakhir dengan Pi-o Tak Sadarkan Diri
Tekanan yang dialami Pi-o akhirnya mencapai titik mengkhawatirkan.
Setelah berbagai konflik mengenai keluarga, karier musik, serta persaingannya dengan Jeong-yo, Ji-hye menemukan Pi-o dalam keadaan tidak sadarkan diri di kamarnya.
Kondisi Pi-o tersebut menjadi penutup Four Hands, Two Sonatas episode 4 sekaligus membuka pertanyaan mengenai apa yang akan terjadi setelah dirinya mulai merasa tersisih oleh bakat Jeong-yo. (naf)





