Spoiler Episode Akhir Drama Korea Surely Tomorrow, Ji U Ungkap Asal Usul Ayah Kandungnya
SCENE DRAKOR SURELY TOMORROW - Alih-alih menjauh, Ji U justru menerima kejujuran itu. Tak ada lagi kebohongan bermotif pengorbanan. Hanya dua orang dewasa yang memilih untuk tidak lari dari kebenaran/ X @primevideosg
Alih-alih menjauh, Ji U justru menerima kejujuran itu. Tak ada lagi kebohongan bermotif pengorbanan. Hanya dua orang dewasa yang memilih untuk tidak lari dari kebenaran.
Pertemuan kembali mereka berlangsung sederhana—tanpa janji manis, tanpa kata besar. Tangis, pelukan, dan penerimaan.
Akhir yang Tenang, Bukan Kemenangan Romantis
Surely Tomorrow menutup ceritanya dengan momen-momen kecil: perjalanan singkat, makan ramen, tawa pelan, dan gendongan punggung yang simbolis.
Cinta mereka kini bukan lagi tentang masa lalu, melainkan tentang pilihan sadar untuk berjalan bersama tanpa beban kebohongan.
Gambar terakhir membawa penonton kembali ke pertemuan pertama mereka di masa kuliah—sebuah penegasan bahwa kisah ini bukan soal memulai ulang, melainkan menyelesaikan dengan benar.
Kesimpulan Review Surely Tomorrow
Ending Surely Tomorrow bukan soal romansa menang atas segalanya. Ini tentang kejujuran, pilihan, dan keberanian menghadapi kebenaran.
Seo Ji U tidak “diselamatkan” oleh cinta, melainkan menyelamatkan dirinya sendiri. Lee Gyeong Do tidak diberi hadiah atas kesabaran, tetapi membangun kepercayaan lewat kejujuran.
Drama ini mungkin tidak cocok bagi penonton yang menginginkan akhir manis instan.
Namun bagi mereka yang menyukai melodrama dewasa dengan emosi yang membumi, Surely Tomorrow memberikan penutup yang terasa layak dan bermakna. (jas)



