Spoiler Episode 4 Perfect Crown: Pangeran Yi-an Cium Seong Hui-Ju di Depan Kamera hingga Insiden Mobil
Peristiwa Mengejutkan Terjadi di Episode 4 Perfect Crown
DRAMA - Hubungan Yi-an dan Hui-ju disorot setelah ciuman, berujung insiden mobil dramatis di episode 4 Perfect Crown/ Foto: Disney+
AVNMEDIA.ID - Episode 4 drama Perfect Crown langsung memancing perhatian penonton sejak adegan pembuka.
Momen ciuman pertama antara Pangeran Yi‑an dan Seong Hui‑ju menjadi sorotan utama yang memicu reaksi luas.
Adegan tersebut bukan hanya romantis, tetapi juga memiliki tujuan strategis.
Ciuman itu dilakukan di tengah sorotan paparazzi yang mengawasi keduanya.
Keputusan spontan itu langsung berdampak besar terhadap dinamika hubungan dan situasi politik istana.
Episode ini juga ditutup dengan insiden dramatis yang memperlihatkan pengorbanan Pangeran Yi-an.
Ciuman untuk Paparazzi Picu Pembicaraan di Istana
Episode 4 dimulai dengan Pangeran Yi-an yang tiba-tiba mencium Song Hui-ju di depan kamera paparazzi.
Hui-ju awalnya gugup, tetapi langsung memahami situasi setelah Yi-an berbisik bahwa mereka sedang diawasi.
Ia bahkan ikut berakting dengan meminta mereka berciuman dari sudut lain, meskipun Yi-an menolak.
Keesokan harinya, ciuman tersebut menjadi bahan pembicaraan di seluruh istana.
Pangeran Yi-an kemudian menghadiri pertemuan kabinet untuk membahas skandal yang berkembang.
Isu status kelahiran Hui-ju kembali diangkat sebagai alasan menolak hubungan mereka.
Meski demikian, Yi-an tidak menanggapi kritik tersebut dan tetap bersikeras untuk membuka hubungan mereka ke publik.
Perdana Menteri Jeong-woo bahkan menyatakan dukungannya terhadap langkah tersebut.
Di sisi lain, Yi-rang menunjukkan kemarahannya setelah mengetahui kabinet menyetujui hubungan mereka.
Ia diminta bersabar, namun diam-diam menyiapkan rencana untuk menyingkirkan Hui-ju.
Sementara itu, Hui-ju sendiri menyaksikan berita yang mempertanyakan kemungkinan dirinya masuk keluarga kerajaan.
Statusnya sebagai rakyat biasa kembali menjadi sorotan.
- Selain Perfect Crown, Ini Rekomendasi Drama Korea yang diperankan Byeon Woo Seok!
- Spoiler Episode 3 Perfect Crown: Seong Hui-ju Menginap di Istana, Kedekatan dengan Pangeran Yi-an Makin Terlihat
- Rekap Episode 11 Phantom Lawyer: Plot Twist Banget, Wanita yang Dicintai Dong-sik Ternyata Jeong-hui, Bukan Seon-hwa
Kencan Publik di Stadion Perlihatkan Kedekatan dan Kecemburuan
Hubungan Song Hui-ju dan Pangeran Yi-an semakin disorot ketika mereka pergi bersama ke pertandingan baseball.
Hui-ju membelikan jersey yang sama untuk dikenakan, tetapi staf menjelaskan bahwa pangeran tidak boleh mendukung tim tertentu.
Situasi ini sempat membuat Hui-ju kecewa, namun Yi-an kemudian mengambil kembali jersey tersebut, memperlihatkan kecemburuannya.
Di stadion, Perdana Menteri Jeong-woo muncul sebagai pelempar bola pertama.
Hui-ju bersorak untuknya, yang kembali memicu kecemburuan Yi-an. Penonton kemudian meminta mereka berciuman melalui kiss cam.
Yi-an bahkan menulis pesan di ponsel Hui-ju untuk ditunjukkan ke kamera, tetapi Hui-ju menolak demi menjaga etika kerajaan.
Setelah pertandingan, mereka makan bersama. Hui-ju menyadari banyak aturan yang membatasi kehidupan Yi-an, termasuk larangan mengonsumsi makanan tertentu.
Hal ini membuatnya memahami tekanan yang dihadapi sang pangeran.
Di saat yang sama, istana mulai menyiapkan pelatihan protokol kerajaan untuk Hui-ju agar sesuai dengan standar keluarga kerajaan.
Insiden Mobil Dramatis Tutup Episode
Menjelang akhir episode 4, suasana berubah tegang ketika Hui-ju mengajak Raja Yi-yoon berkendara menggunakan mobil sport miliknya.
Setelah aturan keamanan disepakati, mereka mulai berkendara dengan pengawalan.
Namun tiba-tiba rem mobil tidak berfungsi dan kendaraan melaju tak terkendali.
Hui-ju mencoba mengarahkan mobil ke jembatan untuk mengurangi dampak tabrakan.
Dalam momen kritis tersebut, mobil Pangeran Yi-an muncul dan sengaja menghadang laju kendaraan Hui-ju.
Tabrakan tersebut berhasil menghentikan mobil dan menyelamatkan Hui-ju serta raja muda.
Episode 4 berakhir dengan Pangeran Yi-an keluar dari mobil dengan darah di dahinya, sementara Hui-ju melihatnya dalam kondisi samar.
Momen ini menjadi cliffhanger dramatis yang menegaskan pengorbanan Yi-an sekaligus memperkuat hubungan keduanya di tengah konflik yang semakin memanas. (naf)





