Spoiler Episode 1 Berlin and The Lady with an Ermine: Targetnya Bukan Bank of Marbella, Tapi Duke of Malaga
Konflik utama antara Berlin dan Duke of Malaga terasa seperti duel kecerdasan dua orang yang sama-sama ingin mengendalikan permainan/ X @MovieCoverage_
AVNMEDIA.ID - Serial spin-off dari Money Heist kembali membuka cerita baru lewat Berlin and the Lady with an Ermine yang tayang di Netflix.
Episode pertama langsung memberikan kejutan besar: rencana perampokan yang awalnya mengarah ke Bank of Marbella ternyata hanya pengalih, karena target utama Berlin justru seorang bangsawan elit, Duke of Malaga.
Berlin Punya Rencana Sendiri, Bukan Bank of Marbella
Episode dibuka dengan Berlin dan Damian yang datang ke San Sebastián menggunakan yacht.
Damian awalnya mengusulkan ide besar: merampok Bank of Marbella yang disebut menyimpan uang kotor para miliarder, mafia, hingga pejabat kaya raya.
Namun Berlin langsung menolak mentah-mentah rencana itu.
Menurutnya, risiko terlalu tinggi dan hasilnya tidak sebanding.
Di sinilah terlihat jelas karakter Berlin: bukan sekadar pencuri, tapi perancang “seni kriminal” yang selalu ingin mengendalikan permainan.
Twist Besar: Target Sebenarnya adalah Duke of Malaga
Alih-alih merampok bank, Berlin justru menyusun rencana baru yang jauh lebih berbahaya.
Ia mulai mendekati kalangan elite dengan menghadiri pesta yacht, hingga akhirnya bertemu Genoveva Dantes, Duchess of Malaga.
Dengan identitas palsu sebagai “Simon”, Berlin berhasil masuk ke lingkaran aristokrat tersebut dan bahkan diundang ke istana di Sevilla.
Namun plot twist terbesar muncul di sini: Berlin ternyata bukan pemain utama dalam rencana ini—melainkan justru target dari keluarga bangsawan itu.
Sang Duke, Álvaro Hermoso de Medina, sudah mengetahui reputasi Berlin dan sengaja memancingnya datang ke Sevilla.
Misi Baru: Mencuri Lukisan Legendaris Leonardo da Vinci
Alih-alih bank, Duke memberikan “tugas” kepada Berlin: mencuri lukisan asli The Lady with an Ermine karya Leonardo da Vinci.
Lukisan itu akan dipamerkan di Museum of Fine Arts Sevilla dalam sebuah pameran Renaissance, dan di situlah rencana besar akan dimulai.
Berlin yang merasa diremehkan langsung tersulut emosi. Ia tidak suka diperlakukan seperti “alat” oleh sang Duke.
Namun di balik amarahnya, Berlin justru melihat peluang lebih besar: menjadikan Duke sebagai target utama berikutnya.
Permainan Ego Berlin vs Bangsawan Sevilla
Episode ini bukan sekadar soal pencurian, tapi juga duel ego antara Berlin dan Duke of Malaga.
Berlin merasa dirinya adalah seniman kriminal, bukan sekadar pencuri.
Sementara sang Duke mencoba mengendalikan permainan dengan memperlakukan Berlin seperti pion.
Ketegangan ini menjadi inti konflik utama episode pertama.
Candela, Awal Kekacauan Baru dalam Hidup Berlin
Di tengah misi besar, muncul karakter baru yang langsung mencuri perhatian: Candela.
Ia adalah perempuan liar yang pertama kali bertemu Berlin saat sedang bertengkar dengan pacarnya di balkon.
Tanpa disangka, Candela mencuri dompet Berlin saat mereka berbicara—dan Berlin justru membiarkannya.
Dari sini, hubungan keduanya mulai berkembang ke arah yang penuh kekacauan, romansa, dan risiko.
Tim Berlin Mulai Bergerak, Tapi Tidak Kompak
Sementara Berlin sibuk dengan intrik di Sevilla, timnya juga mulai bergerak:
- Keila menemukan fakta tentang terowongan rahasia Duke
- Bruce mengungkap bisnis misterius yang sudah ditutup
- Cameron menemukan jejak perusahaan keamanan asing
- Roi malah terlibat masalah di lapangan karena Candela
Damian sendiri mulai frustrasi karena Berlin terlalu fokus pada Candela dibanding rencana heist utama.
Adegan Kejar-kejaran Jadi Penutup Episode
Episode 1 ditutup dengan aksi panas saat Berlin dan Candela kabur menggunakan mobil curian.
Mereka tertangkap polisi, namun berhasil mengelabui petugas dengan pertukaran posisi di dalam mobil.
Namun situasi makin tegang ketika mobil lain menghadang mereka, membuat episode berakhir dengan cliffhanger penuh adrenalin.
Review Episode 1
Episode pembuka ini menunjukkan arah baru dari semesta Berlin and the Lady with an Ermine yang lebih fokus pada permainan psikologis, ego, dan manipulasi kelas elite.
Tidak seperti heist biasa yang langsung penuh aksi, episode ini membangun cerita secara perlahan dengan fokus pada karakter Berlin dan dinamika barunya.
Konflik utama antara Berlin dan Duke of Malaga terasa seperti duel kecerdasan dua orang yang sama-sama ingin mengendalikan permainan.
Ditambah kehadiran Candela, cerita menjadi lebih liar, tidak stabil, dan penuh kejutan.
Bagi penggemar Money Heist, episode ini jelas menjadi pembuka yang menjanjikan untuk heist baru yang lebih personal, lebih egois, dan lebih berbahaya. (jas)
- Review Serial Berlin And The Lady With An Ermine Tayang Netflix! Penyuka Money Heist Wajib Nonton
- Review The Crash, Film Dokumenter Netflix yang Ajak Penonton Jadi Juri di Kasus Kecelakaan Mobil
- Penjelasan Ending The WONDERfools: Apakah Chae-ni Cs Berhasil Menghentikan Won-do? Penjahat Asli Ternyata Masih Hidup!





