Spoiler Doctor on the Edge Episode 8: Ha-ri Bangkit dari Duka, Ji Ui Akhirnya Menangkan Hati
Perhatian Ji Ui Membuat Ha-ri Akhirnya Membuka Hati
DRAMA - Ji Ui terus mendampingi Ha-ri hingga akhirnya berhasil membuatnya membuka kembali hati di Episode 8 Doctor on the Edge/ Foto: Disney+
AVNMEDIA.ID - Doctor on the Edge Episode 8 menghadirkan perkembangan besar dalam hubungan Ha-ri dan Ji Ui.
Di tengah duka setelah kehilangan sang nenek, Ha-ri perlahan mulai membuka hati berkat perhatian tulus Ji Ui yang terus mendampinginya.
Sementara itu, persaingan Ji Ui dan Chiyeon demi mendapatkan hati Ha-ri juga semakin memanas, sebelum episode 8 ditutup dengan momen emosional yang menjadi titik balik hubungan keduanya.
Ha-ri Berusaha Bangkit setelah Kepergian Sang Nenek
Episode dibuka dengan prosesi pemakaman Oh Mi-ja.
Di tengah suasana berkabung, Ha-ri datang membawa seporsi pasta hangat, makanan favorit neneknya, sebagai persembahan terakhir.
Pada malam harinya, ia mengungkapkan isi hatinya kepada Ji Ui.
Ha-ri mengaku memilih untuk tidak menangis karena tidak ingin membuat sang nenek khawatir, meskipun sebenarnya ia terus menahan kesedihan.
Keesokan harinya, Ha-ri kembali bekerja di Puskesmas Pulau (PHC). Rekan-rekannya menyambutnya dengan hangat, namun kondisi emosionalnya masih terlihat rapuh.
Kesibukan mereka bertambah ketika seorang pekerja konstruksi mengalami pendarahan serius di bagian leher.
Ji Ui, Ha-ri, dan Chiyeon bekerja sama memberikan pertolongan pertama sebelum pasien dievakuasi menggunakan kapal medis karena helikopter tidak dapat mendarat akibat proyek pembangunan.
Di lokasi yang sama, terjadi perselisihan antara Byeongcheol dan para pekerja proyek mengenai kecelakaan kerja yang terus berulang.
Ketegangan semakin memanas ketika Byeongcheol bersikap kasar kepada Ha-ri hingga Chiyeon turun tangan membelanya.
Akibat insiden tersebut, Chiyeon mengalami luka di pipi dan meminta Ha-ri melaporkan tindakan Byeongcheol kepada kantor gubernur.
Ji Ui dan Chiyeon Terlibat Persaingan Demi Ha-ri
Setelah rumah peninggalan neneknya tidak lagi dapat ditempati, Ha-ri datang ke PHC membawa seluruh barang-barangnya.
Chiyeon kemudian menawarkan agar Ha-ri tinggal di asrama PHC. Meski sempat ragu, Ha-ri akhirnya menerima tawaran tersebut.
Ji Ui dan Chiyeon sama-sama menyiapkan kamar untuk Ha-ri. Namun, Ha-ri memilih kamar yang sebelumnya ditempati Ji Ui.
Keputusan itu membuat Ji Ui harus tidur di ruang tamu karena masih menjalani tugas jaga.
Sementara itu, hubungan Ji Ui dan Chiyeon mulai diwarnai persaingan yang semakin jelas.
Kecemburuan Ji Ui terlihat ketika Ha-ri merawat luka di wajah Chiyeon.
Bahkan, saat keduanya berolahraga bersama, Chiyeon secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya karena Ha-ri lebih memilih Ji Ui daripada dirinya.
Ia juga meminta Ji Ui menjaga dan memperlakukan Ha-ri dengan baik.
Di sisi lain, Ha-ri perlahan mulai menyadari perhatian Ji Ui yang selalu hadir di saat dirinya mengalami masa-masa sulit.
Beberapa warga pulau bahkan ikut meminta Ha-ri agar tidak terus bersikap dingin kepada Ji Ui.
Ji Ui Berhasil Meluluhkan Hati Ha-ri di Akhir Episode
Konflik lain muncul ketika gubernur datang ke pulau untuk meresmikan helipad baru.
Di tengah acara tersebut, seorang lansia yang sebelumnya menjalani pemeriksaan di PHC dilaporkan menghilang.
Ji Ui bersama Ha-ri dan warga desa segera melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan pria tersebut terjatuh di sebuah parit.
Aksi cepat tim medis PHC justru menjadi perhatian media dan mengalahkan sorotan terhadap agenda peresmian helipad.
Hal itu membuat gubernur murka karena merasa kunjungannya tidak mendapatkan perhatian sebagaimana yang diharapkan.
Menjelang akhir episode, kepala desa memberitahu Ha-ri bahwa rumah peninggalan neneknya membutuhkan renovasi besar.
Malam harinya, Ha-ri mendatangi rumah tersebut dan terkejut melihat Ji Ui diam-diam sedang memperbaiki beberapa bagian rumah tanpa diminta.
Ha-ri akhirnya mempertanyakan mengapa Ji Ui terus memperlakukannya dengan baik meskipun selama ini ia sering menjaga jarak darinya.
Ji Ui menjawab bahwa dirinya tidak sanggup berpura-pura mengabaikan Ha-ri seperti permintaannya sebelumnya.
Jawaban sederhana itu menjadi titik balik hubungan keduanya. Ha-ri yang tak lagi mampu menahan perasaannya langsung memeluk Ji Ui sambil menangis.
Momen emosional tersebut berlanjut dengan ciuman pertama mereka yang menutup Episode 8, sekaligus menandai bahwa Ha-ri mulai bangkit dari kesedihannya dan membuka hati untuk Ji Ui. (naf)





