Spoiler A Shop for Killers Season 2 Episode 5: Negosiasi Ji-an Berhasil, Kusanagi Ternyata Berkhianat
Kesepakatan Ji-an di Episode 5 A Shop for Killers Season 2
DRAMA - Ji-an menjadi CEO Murthehelp dan mencapai kesepakatan, tetapi Pasin justru disandera Kusanagi di episode 5 A Sho[ for Killers Season 2/ Foto: Disney+
AVNMEDIA.ID - A Shop for Killers Season 2 episode 5 menghadirkan perkembangan besar setelah Ji-an mulai mengambil peran penting dalam menghadapi ancaman Babylon.
Usai selamat dari berbagai insiden, Ji-an perlahan bangkit dan menjalani pelatihan intensif untuk menjadi penerus Jin-man.
Di awal episode 5, Kusanagi memperlihatkan rekaman kamera tubuh milik J kepada Q yang sengaja dibuat seolah-olah Jin-man menjadi pembunuh J.
Bukti tersebut dimanfaatkan Kusanagi untuk memancing amarah Q, bahkan ia memintanya kembali ke Jepang sambil membawa jenazah sang kakak.
Sementara itu, Ji-an yang telah sadar di rumah sakit diberikan identitas baru dengan nama Lee Ye-na oleh Kim Jae-won.
Meski demikian, Ji-an menolak identitas tersebut dan tetap mengikuti skenario yang telah disiapkan saat memberikan kesaksian kepada polisi mengenai kematian Woo-jin.
Di sisi lain, Jin-man diketahui berhasil membocorkan sebagian data rahasia Babylon dari server mereka.
Temuan itu membuat para petinggi organisasi mulai mempertanyakan kemampuan Kusanagi dalam menyelesaikan masalah.
Ji-an Menjadi CEO Murthehelp dan Mengajukan Kesepakatan kepada Babylon
Setelah meninggalkan Hanam-do, Ji-an bergabung kembali dengan Jin-man di markas baru mereka.
Di sana, ia bertemu kembali dengan Min-hye, Jin-woo, Cheol-seung, dan Brother sebelum menjalani latihan keras untuk meningkatkan kemampuan bertarung, menggunakan senjata, hingga mengelola sistem Murthehelp.
Jin-man awalnya ingin memindahkan Ji-an ke tempat yang lebih aman.
Namun Ji-an menolak karena tidak ingin ada lagi orang yang mempertaruhkan nyawa demi dirinya.
Ia memilih membuktikan bahwa dirinya mampu berdiri di garis depan.
Ji-an bahkan menemui mantan anggota Code Reds, Ahn Seong-beom, untuk meminta bantuan.
Walaupun sempat ditolak, informasi bahwa Babylon terus mengawasi seluruh mantan anggotanya akhirnya membuat Seong-beom mempertimbangkan kembali keputusannya.
Puncak episode terjadi ketika Pengacara Jang datang ke lokasi negosiasi mewakili Babylon.
Ji-an muncul dan langsung memperkenalkan dirinya sebagai CEO baru Murthehelp.
Melalui mikrofon yang dibawa Pengacara Jang, Ji-an menantang Kusanagi agar keluar dan berbicara secara langsung.
Ji-an menawarkan kerja sama antara Murthehelp dan Babylon dengan satu syarat, yaitu Jin-man harus dibiarkan tetap hidup.
Sebagai jaminan, server Murthehelp telah dipasangi bom, sementara sebuah alat biometrik di pergelangan tangan Ji-an akan memicu ledakan jika dirinya dibunuh.
Kusanagi Menerima Kesepakatan tetapi Menyimpan Pengkhianatan
Saat negosiasi berlangsung, Kusanagi sebenarnya berada dalam posisi tertekan.
Puluhan titik laser dari para penembak jitu Code Reds mengarah ke seluruh anggota Babylon setelah Seong-beom akhirnya memutuskan membantu Ji-an dan Jin-man.
Menyadari situasi tidak menguntungkan, Kusanagi akhirnya mengambil kunci truk berisi server sebagai tanda menerima kesepakatan yang diajukan Ji-an.
Setelah ketegangan mereda, seluruh anggota Murthehelp berkumpul menikmati makan bersama.
Ji-an kemudian mengusulkan pembentukan Code Blue sebagai divisi baru yang bertugas menangani transportasi dan distribusi barang.
Ia juga mengusulkan agar seluruh anggota inti berganti menjadi Code Green sebagai simbol bahwa mereka kini merupakan satu keluarga.
Namun, keberhasilan negosiasi itu ternyata bukan akhir dari konflik.
Menjelang penutupan episode 5, Jin-man menerima panggilan telepon berisi teriakan minta tolong dari Pasin.
Adegan terakhir mengungkap fakta mengejutkan bahwa Pasin telah ditangkap dan disiksa oleh Kusanagi.
Sosok yang selama negosiasi tampak menerima tawaran Ji-an itu ternyata hanya berpura-pura bekerja sama.
Kusanagi mengakui bahwa seluruh proses negosiasi hanyalah bagian dari rencananya, sekaligus menjadi pertanda ancaman yang lebih besar akan menanti Jin-man dan Ji-an pada episode A Shop for Killers Season 2 berikutnya. (naf)





