Spoiler A Shop for Killers Season 2 Episode 2: Ji-an Diburu, Bounty Fantastis Mulai Diperebutkan
A Shop for Killers Season 2 episode 2
DRAKOR - A Shop for Killers Season 2 episode 2/Foto: Netflix
AVNMEDIA.ID - Episode 2 A Shop for Killers Season 2 membawa cerita ke arah yang jauh lebih intens.
Setelah berhasil selamat dari berbagai serangan, Ji-an mencoba menjalani kehidupan baru dengan identitas palsu.
Namun, masa lalunya kembali mengejar ketika hadiah buruan atas kepalanya mulai beredar.
Tak hanya itu, episode terbaru juga mengungkap langkah Jeong Jin-man yang diam-diam masih mengawasi keponakannya dari balik bayang-bayang.
- Daftar Pemain A Shop for Killers Season 2, Lengkap dengan Penjelasan Karakternya!
- Profil Lee dong Wook, Pemeran Jeong Jin Man di a Shop for Killers Season 2, Lengkap Biodata, Daftar Drama dan Filmnya
- Spoiler A Shop for Killers Season 2 Episode 1: Jeong Jin-man Ternyata Masih Hidup, Bale Jadi Target Balas Dendam
Ji-an Memulai Hidup Baru dengan Identitas Palsu
Episode dibuka dengan Yong-han dan Bale menggerebek rumah Jeong Jin-man.
Namun, Jin-man telah memasang jebakan.
Begitu anjing robot mereka menemukan lorong rahasia di kamar mandi, sensor aktif dan seluruh rumah meledak.
Setelah itu, Jin-man akhirnya berbicara langsung dengan Ji-an. Ia mengaku semua yang dilakukan selama ini hanya demi melindungi sang keponakan.
Namun Ji-an memilih jalan berbeda.
Ia ingin meninggalkan dunia penuh pembunuh bayaran dan memulai hidup baru menggunakan identitas palsu bernama Lee A-rin.
Sebelum berpisah, Brother membekalinya tas, ponsel darurat, dan sebuah flash drive.
Kehidupan Baru Ji-an Ternyata Tidak Benar-Benar Tenang
Satu tahun kemudian, Ji-an tinggal di Pulau Hanam-do dan bekerja di pasar ikan bersama para warga setempat.
Meski terlihat hidup tenang, trauma masa lalu masih menghantuinya.
Ia berkali-kali mengalami mimpi buruk tentang Seong-jo dan memasang berbagai perangkap serta kamera pengawas di sekitar rumahnya.
Woo-jin, pemuda yang tinggal di pulau tersebut, bahkan menjadi korban salah satu jebakan Ji-an ketika hendak mengantarkan makanan.
Jeong Jin-man Bernegosiasi dengan Babylon
Di sisi lain, Jin-man diam-diam menemui pengacara Jang In-seop yang ternyata bekerja sama dengan organisasi Babylon.
Ia mengajukan syarat agar Ji-an dan seluruh orang yang dekat dengannya dihapus dari radar Babylon.
Sebagai gantinya, Jin-man bersedia mempertimbangkan mengembalikan server Murthehelp yang selama ini menjadi incaran mereka.
Sementara itu, pimpinan Babylon wilayah Asia Timur, Kusanagi Jin, muncul dan langsung mengambil alih operasi setelah Yong-han dianggap gagal menangkap Jin-man.
Pembunuhan dan Ancaman Baru Mulai Bermunculan
Tak lama berselang, seorang pembunuh bayaran menyusup bersama rombongan pekerja asing dan berhasil membunuh Yong-han sebelum kembali ke kapal seolah tidak terjadi apa pun.
Di waktu yang sama, Ji-an pergi ke Seoul untuk membeli ponsel baru.
Ia sempat mengira sedang dibuntuti seseorang, tetapi ternyata pria tersebut hanya ingin mengembalikan ponsel yang tertinggal di restoran.
Sayangnya, kejadian itu membuat Ji-an terlambat pulang dan harus menumpang perahu Woo-jin menuju Hanam-do.
Woo-jin Simpan Rahasia Mengejutkan
Dalam perjalanan pulang, kapal Woo-jin dihentikan petugas penjaga pantai untuk pemeriksaan.
Woo-jin panik dan buru-buru membuang isi sebuah kotak ke laut. Ji-an terkejut ketika mengetahui isi kotak tersebut ternyata penuh senjata api.
Kecurigaannya semakin besar setelah melihat pesan di ponsel Woo-jin yang berasal dari Murthehelp, organisasi yang selama ini berkaitan erat dengan Jeong Jin-man.
Ji-an Resmi Jadi Target Perburuan
Menjelang akhir episode, Jin-man menerima kabar mengejutkan.
Seseorang ternyata telah memasang bounty atau hadiah buruan untuk Ji-an. Artinya, para pembunuh bayaran dari berbagai tempat kini memiliki alasan untuk memburu Ji-an demi mendapatkan bayaran besar.
Cliffhanger tersebut menjadi penutup Episode 2 dan membuka ancaman yang jauh lebih berbahaya untuk Ji-an pada episode berikutnya. (sal)





