Spoiler A Bona Fide Killer Episode 13: Kingfisher Ditiru, Bo-na Diburu Pembunuh dari Masa Lalu
A Bona Fide Killer Episode 13
DRAMA - Bo-na diburu Layla, pembunuh bayaran dari masa lalu yang kini mengincar Kingfisher dan Yul di A Bona Fide Killer episode 13/ Foto: MBC
AVNMEDIA.ID - Drama A Bona Fide Killer Episode 13 menghadirkan kasus penembakan yang dibuat seolah-olah merupakan ulah Kingfisher.
Saat Dong-jin dan Beom menyelidiki pelaku yang meniru modus tersebut, Bo-na justru harus menghadapi ancaman dari masa lalunya.
Sosok bernama Layla kembali muncul dan mulai memburu Bo-na hingga menjadikan Yul sebagai bagian dari rencananya.
- Spoiler A Bona Fide Killer Episode 11: Identitas Kingfisher Makin Dekat Terungkap
- Spoiler A Bona Fide Killer Episode 9: Tembakan Seul-gi Bongkar Rahasia Kingfisher, Dong-jin Jadi Target
- Spoiler A Bona Fide Killer Episode 7: Bo-na dan Tae-seong Bertemu di Malam Kingfisher Beraksi, Ternyata Begini Awalnya
Kingfisher Ditiru dalam Kasus Penembakan
Episode 13 dibuka dengan Direktur Oh Seong Nam yang tewas ditembak di ruang kerjanya.
Dong-jin dan Beom segera datang ke lokasi untuk menyelidiki kejadian tersebut.
Dari pemeriksaan awal, mereka mengetahui bahwa pelaku melakukan tembakan dari seberang sungai. Cara tersebut sekilas mengingatkan pada aksi Kingfisher.
Namun, terdapat sejumlah kejanggalan yang membuat Tae-seong yakin bahwa seseorang sedang meniru Kingfisher.
Pelaku bahkan meninggalkan rambut di lokasi kejadian meskipun gedung tersebut dipenuhi kamera CCTV.
Sebelumnya, seorang guru sekolah menengah juga tewas ditembak ketika sedang menyeberangi trotoar.
Kedua korban diketahui tidak memiliki catatan kriminal.
Satu-satunya kesamaan di antara mereka adalah cara kematiannya yang sama-sama menjadi sasaran tembakan penembak jitu.
Simbol Bulan Sabit Muncul
Penyelidikan kemudian menemukan sosok pria menggunakan kursi roda yang terlihat berada di sekitar salah satu lokasi penembakan.
Ketika pergerakannya ditelusuri melalui CCTV, muncul petunjuk berupa simbol mata dan bulan sabit.
Kedua korban ditembak pada bagian mata sehingga simbol tersebut diyakini memiliki pesan tertentu.
Bo-na langsung mengenali tanda tersebut karena pernah melihatnya di masa lalu.
Sementara Dong-jin dan Beom memburu penembak, Tae-seong dan Hae-na berusaha mencari hubungan antara kedua korban.
Hasil pemeriksaan forensik juga menemukan rambut yang cocok dengan DNA dari pelaku.
Namun, pencarian di basis data kepolisian tidak menemukan kecocokan.
Satu-satunya petunjuk menunjukkan DNA tersebut kemungkinan berasal dari seorang perempuan berusia sekitar 30-an.
Layla Kembali dari Masa Lalu Bo-na
Ancaman terhadap Bo-na semakin jelas ketika cerita membawa penonton ke Rusia pada musim panas 2008.
Saat itu, Bo-na menjalankan sebuah misi bersama perempuan bernama Layla.
Layla memiliki tato bulan sabit dan mengajarkan Bo-na bahwa bagian mata merupakan titik vital target.
Bo-na berhasil membunuh target mereka, tetapi situasi berubah ketika putri sang bos melihat mereka di hutan.
Layla kemudian menembak gadis tersebut menggunakan pistol berperedam.
Menurutnya, para saksi memang harus disingkirkan.
Tindakan itu membuat Bo-na mempertanyakan batas moral yang selama ini mereka jalani.
Ia kemudian berbicara dengan bos yang sudah dianggapnya seperti seorang ibu dan memutuskan meninggalkan organisasi tersebut.
Layla Menyimpan Dendam kepada Bo-na
Di masa sekarang, Seul-gi mengungkapkan bahwa dirinya pernah melihat Bo-na dan Layla bekerja bersama di Rusia.
Setelah Bo-na pergi, Seul-gi juga menanyakan kejadian tersebut kepada sang bos.
Ia mendapat jawaban bahwa bos mereka tidak pernah memerintahkan Layla untuk membunuh gadis tersebut.
Layla kemudian dikeluarkan dari organisasi dan pindah ke Asia Tenggara untuk menjadi pembunuh bayaran.
Kini ia kembali ke Korea dengan satu target, yaitu Kingfisher.
Layla ternyata sudah lama mengawasi Bo-na.
Ia juga merupakan sosok yang mengambil foto-foto Bo-na pada beberapa episode sebelumnya.
Yul Dijadikan Umpan untuk Memancing Bo-na
Ancaman Layla akhirnya menyentuh keluarga Bo-na.
Bo-na menemukan Yul sendirian di sebuah taman bermain setelah sebelumnya Layla membawa anak tersebut ke lokasi itu.
Layla juga meninggalkan foto dirinya bersama Yul dan pesan yang sengaja dibuat untuk memancing Bo-na keluar dari persembunyian.
Sebelumnya, Tae-seong menerima sebuah paket dari seorang kurir yang ternyata merupakan pria yang menyamar sebagai pengguna kursi roda.
Bo-na mengambil paket tersebut sebelum Tae-seong sempat membukanya.
Di dalamnya terdapat sebuah boneka Rusia.
Boneka terakhir memiliki bagian mata yang dicoret dan menyerupai tetesan air mata.
Sebuah pesan juga disertakan dalam paket tersebut, berisi peringatan bahwa dosa seseorang dapat diwariskan kepada anak-anaknya bahkan setelah kematian.
Bo-na Berhadapan dengan Layla
Dong-jin dan Beom akhirnya menemukan petunjuk tambahan mengenai penembak, yakni tato berbentuk bulan sabit.
Dengan bantuan teknologi AI, mereka melacak kendaraan Layla hingga sebuah dermaga.
Bo-na kemudian datang ke lokasi dan berhadapan langsung dengan Layla.
Perempuan itu mengaku telah menyimpan dendam terhadap Bo-na sejak dirinya dikeluarkan dari organisasi.
Konfrontasi keduanya semakin tegang ketika Bo-na mengarahkan pistol ke kepala Layla.
Namun, situasi kembali berubah saat Tae-seong tiba dan melihat Bo-na bersama rival lamanya tersebut.
Episode 13 pun berakhir dengan konflik yang semakin memanas.
Di satu sisi, penyelidikan terhadap penembak yang meniru Kingfisher terus berlangsung.
Di sisi lain, Bo-na harus menghadapi Layla yang menggunakan masa lalu dan orang-orang terdekatnya untuk memburunya. (naf)





