Sinopsis Episode 1 Bloody Flower: Misteri Pembunuhan Berantai di Guam Dimulai!
Pembuka: Horor Pembunuhan Berantai di Guam
DRAMA KOREA - Episode pertama Bloody Flower langsung menegangkan. Kota Guam diguncang oleh serangkaian hilangnya warga, total 10 orang, dengan korban terbaru Hong Jae-gwang. Pelaku, Lee Woo-gyeom, melakukan eksperimen medis kejam pada korbannya, membunuh sekaligus mencoba “obat ajaib” untuk semua pe
Woo-gyeom bahkan menawarkan uang 2 juta yang hilang sebagai “biaya jasa” untuk membela dirinya, plus janji akan menyembuhkan Min-seo.
Ketegangan moral dan dilema etis mulai terasa: sang pengacara harus memutuskan antara kode etik atau harapan hidup putrinya.
Jaksa Cha dan Perjuangan Keadilan
Jaksa Cha Yi-yeon, putri bungsu keluarga Sejin yang kaya dan berpengaruh, digambarkan sebagai sosok keras, fokus pada fakta dan keadilan.
Ia melakukan interogasi pribadi pada Woo-gyeom, yang tampak mengetahui banyak hal tentang dirinya melalui internet.
Woo-gyeom mengaku telah mengeksekusi 17 korban dan mengembangkan obat untuk penyakit tak tersembuhkan, namun Cha tetap teguh menuntut keadilan.
Upaya Jaksa Cha untuk menemukan sisa mayat agar Woo-gyeom tidak menggunakan mereka sebagai alat negosiasi berhasil, meski menimbulkan kontroversi publik karena dianggap membuang-buang sumber daya polisi.
Drama moral dan strategi hukum mulai terlihat semakin rumit.
Akhir Episode: Bayangan Masa Depan yang Menegangkan
Episode ini ditutup dengan penemuan mayat terakhir, Hong Jae-gwang, serta pasien yang berhasil disembuhkan, Sang-woo, anak penderita polio.



