Setelah “Work”, no na Perkuat Identitas Global Lewat “rollerblade” dengan Sentuhan Dangdut dan Gamelan
Girl group global asal Indonesia, no na, kembali menarik perhatian industri musik internasional lewat single terbaru bertajuk “rollerblade”/ HO to Avnmedia.id
AVNMEDIA.ID - Girl group global asal Indonesia, no na, kembali menarik perhatian industri musik internasional lewat single terbaru bertajuk “rollerblade”.
Setelah sukses dengan “work” yang memperkuat identitas mereka di kancah global, rilisan terbaru ini menjadi langkah lanjutan yang semakin menegaskan posisi no na sebagai representasi pop Indonesia di panggung dunia.
Eksplorasi Musik Global dengan Rasa Indonesia yang Kuat
Dirilis melalui label 88rising, “rollerblade” menghadirkan eksplorasi musik yang lebih berani dengan memadukan reggaeton, energi klub urban Jakarta, serta elemen tradisional Indonesia seperti dangdut dan gamelan.
Tidak hanya dari sisi produksi, nuansa lokal juga semakin terasa lewat penggunaan lirik bahasa Indonesia yang lebih dominan.
Hal ini menjadikan “rollerblade” sebagai karya yang tidak hanya global secara sound, tetapi juga tetap membawa identitas budaya asalnya.
Signature Sound Baru no na
Lewat single ini, no na terlihat mulai membentuk signature sound mereka sendiri—perpaduan antara ritme internasional dengan tekstur musik tradisional Indonesia.
Hasilnya adalah pengalaman audio yang terasa familiar bagi pendengar global, namun tetap memiliki karakter unik yang kuat dari Indonesia.
Produksi Kelas Dunia
Di balik “rollerblade” terdapat nama Andrés Rebellón, produser yang telah meraih tiga nominasi Latin GRAMMY.
Ia menghadirkan aransemen yang dinamis, intens, namun tetap playful.
Vokal para member juga dieksplorasi lebih jauh, bergerak lincah antara bahasa Inggris dan Indonesia, memperluas jangkauan audiens global tanpa kehilangan akar lokalnya.
MV Berani dengan Konsep Visual Tropis Indonesia
Dari sisi visual, music video “rollerblade” tampil dengan konsep yang lebih matang dan eksperimental.
Disutradarai oleh Fa & Fon, MV ini mengusung pendekatan break the fourth wall, dipadukan dengan koreografi presisi tinggi.
Visualnya banyak terinspirasi dari lanskap tropis Indonesia, sementara elemen instrumen tradisional seperti metallophone ikut memperkuat narasi budaya yang ingin dibangun.
Koreografi sendiri digarap oleh Sienna Lalau, yang sebelumnya dikenal lewat kolaborasi dengan Justin Bieber dan BTS, menghadirkan performa yang energik sekaligus teknis.
Perjalanan no na di Kancah Global
Sejak debut pada Mei 2025, no na menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan capaian hampir setengah miliar streams dan views secara global.
Beberapa rilisan sebelumnya seperti “work”, “shoot,” “superstitious,” “falling in love,” hingga “sad face :(” telah membangun fondasi kuat bagi identitas musik mereka.
Momentum global mereka juga semakin terlihat lewat penampilan di festival Head In The Clouds Los Angeles dan New York 2025, yang menjadi debut panggung di Amerika Serikat.
Menuju Album Perdana
Dengan “rollerblade”, no na tidak hanya melanjutkan momentum, tetapi juga mempertegas arah perjalanan mereka: menjadi wajah baru pop Indonesia di industri musik global.
Saat ini, no na juga tengah mempersiapkan album pertama mereka yang akan menjadi ruang eksplorasi lebih luas—baik dari sisi musik, identitas, maupun storytelling yang mereka bawa ke dunia. (jas)
- Jedag Jedug Bilingual: No Na Campur Lirik Bahasa Indonesia dan Inggris di ‘Rollerblade’
- KNetz vs SEAbling: Netizen Asia Tenggara Bela Visual “Shoot” Debut no na
- no na Comeback Kuat Lewat “Work”, Langsung Tancap Gas di Tangga Lagu Global
- no na Rilis Single dan Video Musik “work”, Trending #1 YouTube Music Indonesia





