SCG Indonesia

SCG Perluas Infrastruktur Konstruksi di Jawa Barat, Resmikan Batching Plant Baru di Bandung

BATCHING PLANT - SCG, melalui anak perusahaannya, Jayamix by SCG, membuka batching plant terbaru di Bandung 2, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dan secara resmi dibuka pada tanggal 22 Mei 2025/ HO

Jayamix Porous Concrete

Beton berpori dengan sistem drainase alami, cocok digunakan di area parkir, trotoar, dan lokasi yang membutuhkan daya serap tinggi untuk mengurangi genangan air.

Produk-produk ini telah digunakan dalam sejumlah proyek strategis nasional, termasuk revitalisasi Alun-Alun Kota Depok dan perbaikan jalur TransJakarta, membuktikan keandalan teknologi SCG dalam menjawab kebutuhan pembangunan yang kompleks.

Komitmen pada Keberlanjutan dan Efisiensi

Thichet Srisuriyon, Distribution Director SCG Distribution & Retail Indonesia, menekankan bahwa keberadaan batching plant Bandung 2 tak hanya berfokus pada produktivitas, tapi juga efisiensi lingkungan. Fasilitas ini dilengkapi dengan teknologi agregat daur ulang yang memungkinkan pengurangan limbah konstruksi dan peningkatan efisiensi produksi beton.

“Inovasi ini merupakan bagian dari penerapan prinsip ESG 4 Plus kami: Set Net Zero, Go Green, Reduce Inequality, dan Embrace Collaboration. Kami berkomitmen untuk menjalankan bisnis dengan prinsip keberlanjutan dan keadilan,” ujar Thichet.

Dengan mengintegrasikan teknologi hijau dan pengembangan produk inovatif, SCG terus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis dalam pembangunan infrastruktur yang tidak hanya kuat dan efisien, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan. (jas)

Related News
Recent News
image
Business DFI Retail Nusantara Catat Kinerja Solid pada 2025, IKEA dan Guardian Jadi Motor Pertumbuhan
by Adrian Jasman2026-06-26 13:55:10

PT DFI Retail Nusantara Tbk membukukan kinerja solid sepanjang 2025. IKEA meningkatkan profitabilita

image
Business IHSG Turun Hampir 32 Persen Setahun, Ekonom InFast Sebut Terjadi Fenomena Decoupling antara Ekonomi Riil dan Pasar Saham
by Adrian Jasman2026-06-25 20:33:42

IHSG turun 31,95 persen setahun. InFast menilai pasar saham dan ekonomi riil kini terpisah.