SCG Catat Pertumbuhan EBITDA 17 Persen di Q1 2026, Perkuat Resiliensi Bisnis Hadapi Gejolak Global
SCG mengumumkan kinerja konsolidasi pada kuartal I 2026 dengan EBITDA tumbuh 17% (year-on-year) sebesar Rp8,3 triliun/ HO to Avnmedia.id
SCG juga memperkuat pasar Indonesia melalui kerja sama strategis dengan Aquaproof lewat program Caravan Collaboration di Cianjur dan Bekasi.
Kolaborasi ini menghadirkan solusi konstruksi terintegrasi berupa fondasi bangunan dan perlindungan waterproofing yang disesuaikan dengan kebutuhan wilayah setempat.
Di bidang sosial, SCG melalui PT Semen Jawa turut mendonasikan semen rendah karbon untuk pembangunan hunian permanen masyarakat terdampak bencana di Sukabumi.
Sementara PT Fajar Surya Wisesa Tbk. memberikan bantuan kepada karyawan terdampak banjir di Jakarta, Bekasi, dan Karawang.
SCG juga melanjutkan program beasiswa SCG Sharing the Dream yang telah berjalan selama 14 tahun, sekaligus memperluas pelatihan literasi digital bagi tenaga pengajar.
Selain itu, program SCG Mentari di Sukabumi berhasil mengumpulkan tujuh ton sampah dengan melibatkan lebih dari 1.000 warga dalam praktik ekonomi sirkular berbasis masyarakat.
Fokus Kembangkan Produk Hijau dan Bernilai Tambah Tinggi
Pada unit bisnis semen dan material konstruksi, SCG terus memperluas penetrasi pasar produk semen rendah karbon di Thailand hingga lebih dari 80 persen.
Perusahaan juga mengembangkan berbagai produk bernilai tambah tinggi seperti CPAC Super Coastal Concrete dan CPAC Extra Marine Concrete.
Di sektor Smart Living, SCG menghadirkan produk inovatif seperti SCG Comfort Pavement Tile yang mampu mengurangi panas permukaan jalan dan SCG Heat Insulation Roofing System untuk meningkatkan efisiensi termal bangunan.
Sementara pada bisnis petrokimia, SCGC melakukan optimalisasi bahan baku alternatif dan peningkatan fleksibilitas produksi untuk mengantisipasi ketidakpastian pasokan global.
Melalui berbagai strategi tersebut, SCG menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan bisnis dan masyarakat di kawasan ASEAN, khususnya Indonesia. (jas)





