Drama Korea The Art of Sarah

Review The Art of Sarah: Bagaimana Cara Shin Hye-sun Lolos dari Upaya Pembunuhan?

THE ART OF SARAH - Salah satu kekuatan utama drama ini adalah transformasi karakter. Shin Hye-sun memerankan Sarah Kim sebagai figur penuh perhitungan—elegan di luar, licik di balik layar/ X @NetflixMENA

AVNMEDIA.ID -  Netflix kembali menghadirkan drama Korea thriller yang tak biasa lewat The Art of Sarah.

Serial 8 episode ini langsung mencuri perhatian berkat premis misterius, balutan dunia glamor, dan performa akting kelas atas dari Shin Hye-sun.

Pertanyaan besarnya sederhana tapi mengguncang: bagaimana mungkin Sarah Kim bisa “lolos” dari kematiannya sendiri?

Premis Berani: Mayat Itu Siapa?

Cerita dimulai ketika sesosok mayat ditemukan dengan ciri identik seperti Sarah Kim—sosialita kaya dan kepala regional brand mewah Boudoir.

Tas Birkin khasnya ada di lokasi. Tato unik bertuliskan “splendid melancholy” pun cocok.

Namun alur berubah drastis ketika Sarah muncul dalam keadaan hidup.

Di sinilah The Art of Sarah memainkan kekuatannya: membangun misteri identitas, manipulasi, dan kemungkinan bahwa kematian hanyalah bagian dari rencana besar.

Shin Hye-sun dan Dua Wajah Sarah Kim

Salah satu kekuatan utama drama ini adalah transformasi karakter.

Shin Hye-sun memerankan Sarah Kim sebagai figur penuh perhitungan—elegan di luar, licik di balik layar.

Ia tampil seperti ratu catur yang mengatur setiap langkah dengan presisi.

Di satu sisi, Sarah terlihat glamor dan berkelas.

Di sisi lain, ia adalah penipu ulung yang membangun kekayaan dari jaringan kebohongan.

Shin Hye-sun sukses menyeimbangkan dua persona ini tanpa terlihat berlebihan.

Ekspresi dinginnya, kontrol emosi yang minim, hingga ledakan dramatis di momen tertentu membuat karakternya sulit ditebak.

Penonton dibuat terus bertanya:

Apakah Sarah korban?
Pelaku?
Atau dalang dari skenario kematiannya sendiri?

 

Thriller Misteri dengan Sentuhan “Inventing Anna”

Secara konsep, drama ini mengingatkan pada Inventing Anna—kisah penipu yang menyusup ke lingkaran elite.

Bedanya, The Art of Sarah menambahkan elemen pembunuhan yang jauh lebih gelap.

Sarah muncul membawa koper berisi uang, memanfaatkan simbol kemewahan untuk membangun kredibilitas palsu.

Adegan ketika ia memasuki butik mewah dalam keadaan berantakan lalu berubah menjadi figur elegan dalam hitungan menit menjadi simbol betapa cairnya identitas yang ia mainkan.

Namun alih-alih fokus pada glamor semata, serial ini perlahan mengupas sisi rapuh dan berbahaya dari ambisi sosial.

Peran Detektif yang Kurang Maksimal

Karakter detektif Park Mu-gyeong yang diperankan Lee Joon-hyuk sebenarnya punya potensi besar.

Di awal, ia tampil tegas dan penuh kecurigaan.

Namun seiring cerita berjalan, investigasinya terasa kurang tajam.

Petunjuk sering kali hadir begitu saja, bukan hasil deduksi kompleks.

Perannya lebih sebagai penghubung alur dibanding motor utama pengungkapan misteri.

Meski begitu, dinamika masa lalu dan masa kini yang terus bersilang tetap menjaga tensi cerita.

Produksi Premium dan Atmosfer Slow-Burn

Dari sisi teknis, Netflix jelas tak main-main.

Sinematografi gelap nan elegan mempertegas kontras antara kemewahan dan kebusukan moral.

Skoring musiknya halus, bahkan hening yang disengaja justru memperkuat ketegangan.

Alurnya memang slow-burn, tapi tidak membosankan.

Setiap konflik diselesaikan dengan rapi sebelum naik ke klimaks berikutnya. Twist demi twist dibangun secara organik, bukan sekadar kejutan instan.

Jadi, Bagaimana Cara Sarah “Lolos”?

Serial ini sengaja membiarkan penonton terjebak dalam spekulasi.

Apakah Sarah benar-benar menjadi target pembunuhan?

Atau ia sendiri yang merancang skenario kematian palsu demi menghapus identitas lama?

Jawaban tersebut menjadi kekuatan terbesar The Art of Sarah.

Ia tidak hanya menyuguhkan misteri, tetapi juga menyindir budaya konsumerisme dan obsesi status sosial—bahwa citra bisa dibangun, dihancurkan, bahkan dipalsukan.

Sebagai drama Korea thriller 2026, The Art of Sarah tampil solid dengan akting kuat Shin Hye-sun, premis berani, dan produksi yang berkelas.

Meski sisi investigasinya tidak sekuat yang diharapkan, daya tarik psikologis dan permainan identitas membuatnya tetap memikat.

Jika Anda mencari tontonan penuh twist, kemewahan, dan manipulasi tingkat tinggi, drama ini layak masuk daftar binge-watch. (jas)

 

Related News
Recent News
image
Film Spoiler Episode 16 To My Beloved Thief: Nasib Sa-hyeong Bagaimana?
by Adrian Jasman2026-02-23 19:00:00

Spoiler Episode 16 To My Beloved Thief: Nasib Sa-hyeong berakhir tragis, Yi Yeol & Eun-jo bahagia.

image
Film Penjelasan Ending Positively Yours: Ada Lamaran Romantis?
by Adrian Jasman2026-02-23 17:00:00

Penjelasan ending Positively Yours: lamaran romantis, pernikahan, dan akhir bahagia.