Profil JPMorgan, Perusahaan Perbankan Investasi yang Prediksi BYD Bakal Jadi 'Toyota' di Pasar Mobil Listrik Global
JPMorgan Singapore/ Foto: J.P. Morgan
Majalah FORTUNE menempatkan JPMorganChase di peringkat ke-5 dalam daftar "World’s Most Admired Companies" tahun 2024, mempertahankan posisi ini selama dua tahun berturut-turut.
LinkedIn mengakui JPMorganChase sebagai salah satu perusahaan terbaik untuk perkembangan karier di AS, Inggris, Irlandia, India, dan Prancis. Robin Leopold, Kepala Sumber Daya Manusia Global, membahas jalur karier di JPMorganChase dalam podcast Get Hired oleh LinkedIn News.
Untuk tahun ketiga berturut-turut, JPMorganChase memenangkan Handshake Early Talent Award sebagai salah satu perusahaan terbaik bagi generasi muda. Selain itu, untuk tahun kedua berturut-turut, perusahaan ini mendapatkan gelar Tech Transformer, menjadikannya tempat yang ideal untuk memulai karier di bidang teknologi.
Pemberitaan sebelumnya, analis dari JPMorgan merilis perkiraan penjualan BYD dan menyebut perusahaan asal Tiongkok ini berpotensi menjadi “Toyota” di pasar mobil listrik (EV) global.
Dalam catatan riset terbaru, tim analis yang dipimpin oleh Nick Lai memperkirakan BYD akan mengirimkan 6,5 juta unit secara global pada 2026. Angka ini naik dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 6 juta unit pada 9 Juli tahun lalu.
Untuk pasar luar negeri, BYD diprediksi akan menjual sekitar 1,5 juta unit pada 2026, sama seperti estimasi sebelumnya.
Dengan proyeksi terbaru ini, JPMorgan memperkirakan pangsa pasar BYD di segmen kendaraan ringan global, termasuk mobil berbahan bakar bensin, akan meningkat dari 3 persen pada 2023 menjadi 7 persen pada 2026. Sementara itu, pangsa pasar BYD di segmen kendaraan energi baru (NEV) diperkirakan tetap stabil di angka sekitar 22 persen.
Tahun 2026 diprediksi menjadi titik penting dalam ekspansi global BYD, terutama setelah rampungnya pembangunan empat pabrik produksi di luar negeri yang berlokasi di Thailand, Indonesia, Brasil, dan Hongaria.
Meskipun Uni Eropa menaikkan tarif impor, JPMorgan meyakini BYD akan tetap bersaing di pasar global dengan mengandalkan keunggulan produk dan fitur, bukan dengan perang harga.
Pada 2024, BYD berhasil menjual 4,27 juta kendaraan listrik, naik sekitar 41 persen dibandingkan 3,02 juta unit pada 2023, berdasarkan data dari CnEVPost.



