Port of Jumanah Resmi Dirilis, Gim Kolaborasi Indonesia–UEA Bawa Tradisi Mutiara ke Dunia Roguelite
Key Visual Port of Jumanah/ HO to Avnmedia.id
Pemain harus menghadapi makhluk laut, mengumpulkan perlengkapan dan sumber daya, kemudian menggunakan hasil ekspedisi untuk secara bertahap memulihkan Pelabuhan Jumanah.
Di sinilah elemen roguelite mulai terasa.
Setiap ekspedisi menawarkan kondisi yang berbeda. Lingkungan laut, spesies yang ditemui, perlengkapan hingga kemampuan yang tersedia dapat berubah sehingga perjalanan pemain tidak selalu berjalan dengan cara yang sama.
Sumber daya yang berhasil dikumpulkan kemudian bisa digunakan untuk meningkatkan perlengkapan, merekrut kru, membuka kemampuan baru hingga mengembangkan pelabuhan.
Dengan kata lain, semakin jauh pemain menjelajah, semakin besar pula perkembangan dunia Jumanah yang bisa dibuka.
Bukan Cuma Berantem, Ada Humor Juga
Dari sisi gameplay, Port of Jumanah memadukan pertarungan, eksplorasi, narasi dan pengelolaan sumber daya.
Namun, suasananya tidak dibuat terlalu serius.
Dunia penuh warna dan dialog bernuansa humor menjadi salah satu elemen yang membedakan gim ini dari pengalaman petualangan bawah laut yang biasanya lebih gelap atau menegangkan.
Pemain akan menemukan berbagai karakter, fasilitas dan pilihan ketika Pelabuhan Jumanah perlahan kembali hidup.
Pilihan dan perkembangan tersebut kemudian ikut memengaruhi perjalanan ekspedisi berikutnya.
“Kami ingin memadukan eksplorasi, pertarungan, dan perkembangan cerita dalam satu perjalanan yang utuh,” ujar Game Director Agate, Shandhi Sayogo.
Menurut Shandhi, setiap ekspedisi dirancang dengan kondisi berbeda, sementara perkembangan pelabuhan membantu pemain memahami perjalanan Mansour dan dunia Jumanah secara bertahap.
Sudah Dilirik Lebih dari 100 Kreator
Sebelum resmi dirilis secara global, Port of Jumanah sebenarnya sudah lebih dulu diperkenalkan melalui versi demo sejak Mei 2026.





