Penjelasan Ending A Bona Fide Killer Episode 14: Bo-na Ditembak, Kingfisher Tetap Beraksi?
Spoiler A Bona Fide Killer Episode 14:
DRAKOR - A Bona Fide Killer episode 14/Foto: VIU
AVNMEDIA.ID - A Bona Fide Killer episode 14 membawa cerita Kingfisher ke titik yang semakin menegangkan.
Bo-na akhirnya berhadapan langsung dengan Layla, pembunuh bayaran asal Rusia yang diduga sebagai sosok di balik identitas Kingfisher.
Pertarungan tersebut berakhir dengan Bo-na terkena tembakan.
Namun, kejadian ini justru membuka jalan bagi Tae-seong untuk membuktikan bahwa perempuan yang selama ini menjadi buruan polisi bukanlah Kingfisher.
Bo-na Tertembak Saat Melindungi Tae-seong
Episode 14 dimulai ketika Dong-jin bersiap memburu Kingfisher.
Di waktu yang sama, Tae-seong menerima pesan dari nomor tak dikenal yang memberitahu bahwa Bo-na berada di Seonyudo.
Tae-seong langsung menuju lokasi dan menemukan Bo-na sedang berhadapan dengan Layla.
Dengan senjata yang diarahkan ke Layla, situasi pun berubah menjadi duel sengit.
Seul-gi yang mengawasi dari kejauhan bahkan sudah bersiap sebagai penembak jitu.
Polisi juga mulai mengepung kawasan tersebut.
Tae-seong akhirnya mendekati Bo-na ketika Layla mencoba melarikan diri.
Tae-seong menggenggam tangan Bo-na dan memintanya pergi.
Layla kemudian menyadari bahwa Tae-seong ternyata sudah mengetahui identitas Bo-na.
Dia menembak Tae-seong, tetapi Bo-na langsung berdiri di depan suaminya.
Peluru pun mengenai Bo-na dan membuatnya ambruk.
Apakah Bo-na Meninggal?
Kabar baiknya, Bo-na tidak meninggal. Kelompok Durumi Electronics berhasil mengevakuasinya tanpa diketahui polisi.
Bo-na segera menjalani operasi dan peluru berhasil dikeluarkan.
Dokter memastikan tidak ada organ vital yang terkena sehingga nyawanya bisa diselamatkan.
Di sisi lain, polisi berhasil menangkap Layla.
Saat dikepung, perempuan tersebut malah kembali mengangkat senjata dan akhirnya ditembak polisi.
Dong-jin dan timnya mengira kasus sudah selesai. Layla pun langsung dianggap sebagai Kingfisher.
Namun, Dong-jin masih menyimpan keraguan.
Layla Benarkah Kingfisher?
Meski media ramai memberitakan bahwa Layla adalah Kingfisher, penyelidikan justru menemukan sejumlah kejanggalan.
Identitas Layla tidak langsung cocok dengan data kependudukan. Sidik jarinya juga tidak ditemukan dalam database nasional maupun catatan imigrasi.
Belakangan polisi memang mendapatkan dokumen yang menunjukkan keberadaannya di Korea, tetapi Dong-jin tetap merasa ada bagian dari kasus yang belum terungkap.
Kecurigaan itu kembali mengarah kepada Bo-na setelah Dong-jin mengingat pembicaraan dengan Tae-seong sekitar delapan tahun sebelumnya.
Kala itu, disebutkan bahwa Bo-na pernah diadopsi keluarga Rusia ketika masih kecil.
Dong-jin juga merasa pernah melihat Tae-seong dan Bo-na meninggalkan sebuah taman pada malam tertentu.
Namun, dia belum yakin dengan ingatannya sendiri.
Bo-na Pilih Pergi dari Tae-seong
Setelah sadar, Bo-na justru menghadapi masalah yang lebih personal.
Dia merasa malu karena Tae-seong ternyata sudah mengetahui identitas aslinya sejak lama, tepatnya sejak Yul dirawat di ruang gawat darurat.
Tae-seong mengaku memang sempat marah.
Namun saat itu, prioritasnya adalah melindungi Bo-na dan keluarga mereka.
Dia ingin semuanya kembali seperti semula.
Sayangnya, Bo-na merasa hal tersebut tidak mungkin dilakukan.
Menurut Bo-na, mereka sebenarnya tidak benar-benar mengenal satu sama lain meski telah menghabiskan waktu bertahun-tahun bersama.
Dia akhirnya pergi menggunakan taksi dan kembali meninggalkan perusahaan.
Tae-seong Bersihkan Nama Kingfisher
Sementara itu, Tae-seong memilih mencari kebenaran sendiri. Dengan bantuan Hae-na di Not Today, dia menemukan fakta bahwa dua korban yang dikaitkan dengan Kingfisher ternyata pernah berada di Kamboja pada periode yang sama.
Pada waktu tersebut, seorang ibu dan anak perempuannya yang berjualan makanan di jalan ditemukan tewas. Kasus itu tak pernah terpecahkan.
Tae-seong kemudian bekerja sama dengan polisi Kamboja dan menghubungkan kasus tersebut dengan dua korban Kingfisher.
Hasilnya, Tae-seong berhasil membangun kembali kronologi pembunuhan dan menunjukkan bahwa Kingfisher sebenarnya tidak membunuh tanpa alasan.
Langkah tersebut akhirnya membersihkan nama Kingfisher di mata publik dan sekaligus membuat tim khusus polisi dibubarkan.
Enam Bulan Kemudian, Bo-na Kembali
Enam bulan berlalu. Musim dingin datang dan salju kembali mengingatkan Tae-seong pada momen pertama kali dirinya dan Bo-na dekat.
Tae-seong yakin Bo-na mungkin kembali ke kabin tempat mereka pernah bersama. Dia pun mendatanginya.
Benar saja, Bo-na muncul di tempat tersebut.
Tae-seong mengungkapkan perasaannya dan mengatakan bahwa Bo-na tidak sendirian.
Namun kali ini dia tidak meminta semuanya kembali seperti sebelumnya.
Tae-seong memilih memberi mereka kesempatan untuk saling mengenal kembali, termasuk menerima setiap sisi Bo-na.
Bo-na akhirnya pulang. Keluarga mereka kembali berkumpul saat Yul mengikuti hari olahraga di sekolah.
Hubungan Bo-na dengan ibu Tae-seong pun perlahan membaik hingga sang ibu akhirnya memanggilnya sebagai menantu.
Ending A Bona Fide Killer: Kingfisher Belum Pensiun?
Di bagian akhir, Tae-seong bertemu Dong-jin yang kini bekerja sebagai polisi lalu lintas setelah secara sukarela menerima penurunan pangkat.
Tae-seong sendiri telah mendapat penghargaan Journalist of the Year. Ironisnya, publik malah mulai meminta Kingfisher kembali beraksi.
Tae-seong justru meminta Dong-jin kembali ke kepolisian agar tidak ada lagi sosok seperti Kingfisher yang muncul.
Namun, drama memberikan kejutan pada adegan terakhir.
Bo-na sedang membersihkan rumah ketika melihat berita tentang seorang kriminal yang baru saja keluar dari penjara.
Dia lalu mengambil ponsel dan menelepon seseorang.
“Kita pergi?”
Kalimat tersebut menjadi petunjuk bahwa Kingfisher mungkin belum benar-benar berhenti.
Ending ini seolah memastikan bahwa Bo-na bisa saja kembali menjalankan aksinya secara diam-diam.
Meski namanya telah dibersihkan dan kehidupannya bersama Tae-seong kembali membaik, sisi Kingfisher dalam dirinya tampaknya masih belum hilang. (sal)





