Pelangi di Mars Gunakan AI dalam Produksi Film, Ternyata Ini Cara Kerjanya di Balik Layar
Film Pelangi di Mars Pakai AI
FILM - Film Pelangi di Mars Pakai AI untuk Motion Capture, Ini Cara Kerjanya di Produksi/ Foto: Mahakarya Pictures
AVNMEDIA.ID - Film Indonesia Pelangi di Mars semakin ramai diperbincangkan publik, bukan hanya karena cerita fiksi ilmiahnya, tetapi juga karena penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses produksinya.
Film yang disutradarai Upie Guava ini resmi tayang di bioskop mulai 18 Maret 2026, bertepatan dengan momen libur Lebaran.
Mengusung genre sci-fi keluarga, film ini menghadirkan perpaduan antara teknologi modern dan kisah emosional yang menyentuh.
AI Digunakan untuk Motion Capture, Bukan Membuat Film Otomatis
Dalam proses produksinya, Pelangi di Mars memanfaatkan AI sebagai alat bantu, khususnya dalam teknik motion capture (mocap).
Teknologi ini memungkinkan tim produksi menangkap gerakan aktor secara langsung di lokasi syuting tanpa menggunakan kostum sensor mahal yang biasanya digunakan dalam studio profesional.
Sebagai gantinya, tim mengembangkan sistem berbasis AI dengan bantuan kamera untuk merekam gerakan aktor, lalu mengubahnya menjadi data animasi karakter digital.
Pendekatan ini membuat aktor bisa bergerak lebih natural, sekaligus memudahkan sutradara dalam mengarahkan adegan secara langsung.
Namun, penting dicatat bahwa AI dalam film ini bukan digunakan untuk membuat video secara otomatis, melainkan sebagai alat teknis untuk mempercepat proses produksi.
Sutradara Upie Guava menegaskan bahwa AI tetap hanya berfungsi sebagai alat bantu, sementara kreativitas manusia tetap menjadi inti utama dalam pembuatan film.
- Libur Lebaran 2026, Film 'Na Willa' hingga 'Senin Harga Naik' Jadi Hiburan Seru untuk Penonton Semua Usia
- 6 Film Indonesia Tayang saat Lebaran 2026 di Bioskop, Enam Judul Siap Temani Libur Idulfitri
- Peringkat Drama dan Aktor Paling Dibicarakan Pekan Ini Dirilis, Boyfriend on Demand dan Jisoo BLACKPINK Tempati Posisi Teratas
Cerita Futuristik tentang Harapan dari Planet Mars
Pelangi di Mars berlatar tahun 2090 dan menceritakan seorang gadis bernama Pelangi, manusia pertama yang lahir dan tumbuh di Planet Mars.
Dalam kisahnya, Pelangi menjalani petualangan bersama robot-robot untuk mencari mineral langka yang diyakini dapat membantu mengatasi krisis air di Bumi.
Film ini tidak hanya menonjolkan visual futuristik, tetapi juga mengangkat tema keluarga, persahabatan, dan harapan.
Didukung Teknologi XR dan Unreal Engine
Selain AI, produksi film ini juga memanfaatkan teknologi Extended Reality (XR) dan Unreal Engine untuk menciptakan dunia Mars secara virtual dengan lebih realistis.
Pendekatan ini memungkinkan penggabungan antara live-action dan lingkungan digital dalam satu proses produksi yang efisien.
Bukan Pengganti Manusia, Tapi Pendukung Kreativitas
Meski menggunakan teknologi canggih, Pelangi di Mars tidak menjadikan AI sebagai pengganti manusia.
Sebaliknya, teknologi ini digunakan untuk membuka ruang eksplorasi baru dalam proses kreatif, sekaligus menekan biaya dan kompleksitas produksi.
Film ini pun menjadi salah satu contoh bagaimana industri perfilman Indonesia mulai mengadopsi teknologi modern tanpa meninggalkan sentuhan kreatif manusia.
Film Pelangi di Mars telah tayang di bioskop dan dapat disaksikan untuk semua usia selama libur Lebaran 2026. (naf)
- Lagi Nunggu Drakor Perfect Crown? Isi Waktu dengan Rekomendasi Drama Kerajaan yang Wajib Masuk Watchlist Ini!
- KPop Demon Hunters Menang Oscar Film Animasi Terbaik di Academy Awards 2026, Netflix Pastikan Sekuel
- Bella & Langit di Episode Terakhir “Tiba-Tiba Brondong”: Cinta, Tekanan Keluarga, dan Pilihan Ekstrem





